Kopi setelah diposes dan siap untuk diolah
(Foto oleh Bayu AP)

Ponorogo – jiga kalian berkungjung ke tempat wisata di lereng gunugn wilis yaitu telaga ngebel jika kalian kesana kurang afdol rasanya bagi para kalian pecinta kopi jika tidak mencicip kopi.
Tepatnya di desa pupus ada suatu kelompok tani yangmengeluti usaha pertanian kopi mereka juga mempunyai alat sendiri untuk pengohalan hasil kopi yang sesudah di panen alat alatnya juga cukup moderen mengunakan mesin . alat yang ada antara lain yaitu untuk proses penyelepan biji kopi yang sudah di panen lalu proses pengorengan biji kopi tidak itu saja di sana juga tersedian alat untuk menghalus biji kopi yang sudah di goreng .
Untuk penati kopi sendiri cukup banyak sebenarnya yaitu sekitar 70 kartu keluarga tetapi yang ikut dalam anggota kelompok tani sendiri hanya sekitar 25 saja.
Dari Dinas juga melakukan kunjungan kepada kelompok tani dan memberikan bibit kopi sebanyak 400 batang untuk di tanam secara kelompok.
Sedangkan untuk pemasaranya sendiri juga melakukan online dan di titip – titipkan di warung warung untuk harganya sendiri mengikuti isi kemasan ada tiga kemasan yang ada yaitu 3 ons , 6 ons , dan 1 kg rata rata untuk harga satu kilo bubuk kopi sekitar 60 ribu.
Artikel oleh: Mahindra AC

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dilindungi Oleh
Shield Security