
PONOROGO – platform saat ini menjadi salah satu andalan dalam proses jual beli. Kemudahan dalam mengakses serta singkatnya waktu adalah keunggulan tersendiri dibanding dengan tok offline seperti pasar-pasar tradisional. Jika dulu Pasar menjadi tempat favorite untuk melakukan transaksi jual beli karena harganya yang murah dan bisa ditawar tetapi berbeda dengan sekarang.
Alasan tersebut menjadi salah satu mengapa pasar tradisional mulai sepi pengunjung,seperti di Pasar Kasugihan Pulung ini. Kondisi ini cukup diperkuat dengan banyak pedagang yang mengaku mengalami penurunan penjualan dibandingkan dengan zaman dahulu.
Jika dahulu mulai pagi sampai siang pasti Pasar masih rame, berbeda dengan sekarang Pasar mulai sepi jika sudah memasuki pukul 07.00 atau pukul 08.00, hal ini tentu mempengaruhi perekonomian bagi para pedagang Pasar Kasugihan tersebut, ada pedagang yang beranggapan bahwa ini karena masalah kelesuan ekonomi tetapi juga ada yang berpendapat bahwa ini dampak dari pedagangan online. Sekitar pukul 07.00 arus lalu lintas disekitar pasar sangat lancar tidak mencerminkan anggapan bahwa jalan disekitar Pasar Kasugihan yang selalu identik dengan kepadatan.
“ya berbeda mbak, kalau dulu jualan saya selalu habis, pasar juga rame banyak para penjual atau pembeli yang mampir kewarung saya. Tapi kalau sekarang jarang mba kadang gorengan saya juga nggak habis, jadi kalau tidak habis saya bawa pulang dan saya bagikan ketetangga” ujar Suyatun pemilik warung kopi di Pasar Kasugihan.

Tinggalkan Balasan