(Photo by Amilia Triya Dinda)

PONOROGO – siapa yang tidak kenal dengan tempe ? ya tempe sendiri merupakan makanan khas Indonesia yang terbuat dari bahan dasar kedelai yang sudah di konsumsi secara turun temurun sejak zaman nenek moyang.
Di Desa Manuk Kecamatan Siman Kabupaten Ponorogo ada usaha pembuatan tempe sejak tahun 2015. Bermula dari bekerja di pabrik awal mula hanya mengambil 25 biji dari pabrik kemudian beliau jual dan akhirnya laku, penjualan selanjutnya beliau tambah menjadi 80 biji hingga akhirnya beliau mempunyai ide untuk membuat usaha tempe sendiri yang diberi nama “Tempe Sae”. Dalam merintis usaha ini tentu tidak melulu berjalan mulus tetapi banyak kendala yang dialami oleh pak Sumani, beliau pernah gagal produksi selama dua bulan yang menghabiskan dua kwintal kedelai.
Dalam merintis usaha ini sebelumnya juga ada pelatihan, pelatihannya sendiri pak sumani peroleh dari pabrik tempe dimana tempat bekerja beliau dulu.
“pertama merintis ada pelatihanya dulu mbak, jadi tidak secara otodidak, mulai dari proses perebusan, perendaman itu saya belajar dipabrik, apalagi waktu perendaman itu ternyata harus memakai air yang asam seperti cuka itu” ujar pak sumani
Harga yang ditawarkan yaitu mulai dari Rp. 4000 yang ada kasut atau ampas kedelai dan Rp. 5000 yang bersih. Untuk kendala sendiri biasanya terletak pada kurang bersihnya dalam proses pembuatan. Untuk kedelainya sendiri biasanya membeli dari pabrik, untuk produksinya sendiri dilakukan setiap hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dilindungi Oleh
Shield Security