
PONOROGO – di Desa Surodikraman Kecamatan Ponorogo Kabupaten Ponorogo rumah industry yaitu tempe kripik milik Ibu Puji. Tempe kripik menjadi pelengkap pada setiap makanan. Tempe kripik yang cocok dipadukan dengan segala jenis makanan ini, menjadikan tempe kripik digemari oleh banyak masyarakat.
Berawal dari pelatihan pada tahun 2000 yang diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Ponorogo untuk para ibu-ibu yang tidak memiliki pekerjaan selama 2 minggu. Beruntungnya, beliau mendapat bantuan untuk menunjang kebutuhan alat untuk berproduksi. Kemudian pada tahun 2005 Ibu Puji mulai mendirikan usaha tempe kripik sendiri. Usaha tempe kripik ini cukup lambat perkembangannya sebab banyaknya pesaing. Beberapa kali beliau sempat mengalami kegagalan dalam proses pembuatan, namun beliau terus mencoba supaya hasil jadi tempenya sempurna. Ibu Puji membuat tempe kripik ini ada 2 bentuk, yaitu persegi panjang dan bulat. Tenaga kerja menjadi kesulitan beliau selama berproduksi, sebab di area kota untuk mencari tenaga kerja cukup sulit karena tidak sesuai dengan gaji yang diberikan. Selain itu, pemasaran juga menjadi kendala beliau, “soalnya kalau mau kirim ke luar kota itu takut kripik tempenya pecah-pecah mbak” jelas Ibu Puji. Hari raya menjadi hari yang paling ramai akan pesanan, biasanya dijadikan oleh-oleh untuk saudara. Selain menjual secara kemasan, beliau juga menjual secara kiloan.

Tinggalkan Balasan