Biji buah aren yang sudah dimasak Photo by: Dicky

Tidak ada yang tidak mengenal kolang-kaling, yap salah satu makanan untuk campuran minuman ini sudah banyak dikenal oleh masyarakat Indonesia. Mulai untuk tambahan dalam minuman es cao, es campur, manisan, dan lain sebagainya. Buah ini berasal dari biji pohon aren yang bergetah. Dan dalam mengolah buahnya terbilang agak rumit memang dan membutuhkan waktu lama.
Pertama, ambil buah aren dari pohonnya pilihlah yang setengah matang, biasanya berwarna hijau muda/terlihat segar. Lalu pisahkan buah dari tangkainya, tetapi jangan lupa untuk memakai sarung tangan karena getah dari buah aren dapat menyebabkan gatal. Setelah dipisahkan dari tangkainya, buah aren direbus diatas bara api berbahan dasar kayu agar getahnya hilang. Proses perebusan dilakukan bisa dengan menggunakan tungku yang besar. Tumpuk buah hingga penuh lalu beri air hingga penuh juga, dan tutup diatasnya menggunakan plastik. Tunggu hingga mendidih atau hingga warna kulit buah sedikit kecoklatan, kisaran waktu 1-2 jam lamanya.
Jika perebusan sudah selesai tunggu hingga air setidaknya sedikit dingin sebelum diangkat. Setelah itu buah bisa dikupas untuk diambil bijinya. Kulit buah diiris menggunakan pisau dan langsung akan terlihat biji buahnya, lalu ambil dan cuci menggunakan air bersih. Sebelum direndam, biji aren yang sudah dipisahkan dari kulitnya dipukul-pukul ringan menggunakan palu dengan tujuan agar bentuknya lebih pipih dan sedikit lebar.
Setelah bersih, rendam dengan air kapur 2-3 hari agar biji aren kenyal dan menghilangkan kotoran. Jika warnya sudah menjadi bening maka jadilah kolang-kaling. Saat dipasarkan, biji kolang-kaling harus tetap direndam untuk menjaga kesegaran biji kolang-kaling itu sendiri.
Penulis: Septian M. Khadafi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dilindungi Oleh
Shield Security