Mesin pengupas kedelai yang memudahkan produsen tempe dalam memproduksi tempe. Srandil, Sampung, Ponorogo. Selasa (17/12/19). Foto oleh Dicky Zuhan M.

PONOROGO – Tempe merupakan makanan banyak disukai masyarakat karena rasanya yang lezat serta mengandung gizi yang tinggi. Tempe biasanya dikonsumsi sebagai lauk dan juga camilan. Mulai dihidangkan menjadi keripik tempe, tempe goreng, sayur, oseng tempe dan masih banyak lagi.
Selain itu, harganya pun murah dan mudah dijumpai di mana saja. Salah satunya di tempat industri rumahan Bu Marmi, ia memproduksi tempe sendiri dengan menggunakan mesin untuk diolah kembali menjadi keripik tempe.
Makanan ini terbuat dari kacang kedelai yang difermentasikan. Mulanya kedelai dimasukkan ke dalam mesin pengupas kedelai. Kemudian biji kedelai dicuci hingga bersih dan kemudian direbus. Setelah direbus, kedelai direndam selama 12 jam dalam air panas. Selanjutnya, kedelai yang sudah direndam dengan air panas, kedelai direndam dengan air dingin selama 12 jam.
Sesudah 24 jam direndam, kedelai dicuci dan dikuliti yang kemudian direbus kembali untuk menghilangkan bakteri yang mungkin tumbuh selama proses perendaman. Kedelai kemudian diletakkan dan diratakan tipis-tipis diatas tampah dan dibiarkan hingga airnya menetes sampai habis.
Kemudian campurkan kedelai dengan ragi untuk mempercepat pertumbuhan jamur. Jika sudah dicampur hingga rata, campuran tersebut dimasukkan kedalam plastik yang sudah ditusuk-tusuk/dilubangi. Lubang pada plastik ini bertujuan guna memberi udara agar jamur yang tumbuh berwarna putih. Campuran ini kemudian dihamparkan dan dibiarkan selama 24 jam. Setelah 24 jam campuran ini akan berubah menjadi tempe yang siap untuk diolah.
(Penulis Dicky Zuhan M.)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dilindungi Oleh
Shield Security