(Photo by Ainun Aziz Bachtiar)

PONOROGO – di Ponorogo tepatnya di Desa Mojorejo Kecamatan Jetis Kabupaten Ponorogo terdapat budidaya cacing lumbricus yang sering kali dicari dijadikan umpan untuk memancing. Cacing lumbricus merupakan salah satu cacing yang dapat dikembangbiakan.
Ditemui Rabu (6 November 2019) Bapak Supri menjelaskan bahwa usahanya tersebut dimulai sejak tahun 2013 secara otodidak. Pemasarannya pun sudah ke berbagai daerah seperti Blitar, Trenggalek, Tulungagung dan Kediri. Cacing tersebut rata-rata digunakan untuk memancing dan pakan ternak burung. Untuk fokusnya beliau masih ke budidaya dan penjualan, belum sampai membuat produk seperti obat atau lain sebagainya. Cacing yang dibudidayakan ada jenis yaitu cacing lumbricus dan cacing fosfor. Budidayanya sendiri berlangsung selama 2 bulan baru bisa dipanen, sekali panen bisa sekitar 3x lipat jika cara budidayanya berlangsung baik. Cuaca menjadi kendala dalam berbudidaya, jika musim kemarau cenderung lebih sulit karena kurangnya kelembaban dan ketersediaan air sehingga perkembangan cacing lebih lambat yang mengakibatkan cacing mati, sedangkan ketika musim hujan menjadi musim yang sangat baik. Ampas tahu menjadi makanan utama cacing, “makanannya pakai ampas tahu” jelas beliau. Wadah untuk budidaya dibentuk seperti kolam yang memanjang dengan kedalaman sekitar 20cm dengan bermedia aren, tidak terlalu dalam supaya memudahkan dalam memanen. Merk dari usaha beliau adalah “Ternak Balap”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dilindungi Oleh
Shield Security