
PONOROGO – dompet menjadi salah satu barang wajib dibawa kemana pun kita pergi, karena bentuk dompet yang berukuran kecil dan memiliki banyak ruang sehingga mampu untuk menyimpan uang maupun kartu, menjadikan dompet sebagai barang yang tidak boleh sampai ketinggalan.
Di Desa Maguwan Kecamatan Sambit Kabupaten Ponorogo terdapat pengusaha dompet kulit, beliau bernama Bapak Misno Suhardi. Usaha dompet kulit tersebut dimulai sejak 1997, berawal dari lingkungan yang bermayoritas petani namun beliau tidak punya sawah untuk bertani maka akhirnya berfikiran untuk membuat kerajinan kulit seperti dompet, ikat pinggang, tas, jaket. Dalam pemasarannya pun sudah merambah sampai ke luar negeri seperi Belanda,”kalau pemasaran itu yang sakarang justru ke Belanda” tutur beliau, “kalau yang banyak Yogyakarta dan Jakarta” tambah beliau. Sedangkan kulit yang dipakai ada kulit sapi, kulit ikan pari, kulit kambing dan kulit ular. Dompet dan tas menjadi produk andalan. Harga yang ditawarkan mulai dari Rp. 50.000 – Rp.250.000 untuk dompet dan Rp. 350.000 – Rp.3.500.000 untuk tas. Tidak hanya berjualan, beliau juga pernah mengikuti pameran yang diadakan dibeberapa kota seperti Semarang, Surabaya, Jakarta, Bogor, Bandung, dan Bali. Dalam satu bulan mampu memproduksi dompet sebanyak 3.500 dompet.

Tinggalkan Balasan