Satu porsi sate ayam khas setono yang dibaluri bumbu kacang dan
ditambah ketupat yang sangat menghiurkan.
( Foto Oleh Rifha S)

Ponorogo adalah salah satu kota yang memiliki banyak kuliner salah satunya yaitu sate ayam setono, sate ayam setono ini memiliki cita rasa yang sangat khas sehingga banyak kalangan baik anak-anak maupun orang dewasa yang menyukai kuliner sate tersebut. Selain itu tempat penjualanya sangat mudah dijangkau yang berlokasi di jalan Barito, kelurahan Setono.
Sate ayam setono sendiri sudah lama sejak tahun 1878 dan resepnya pun turun-temurun dari orang tua tedahulu, jadi cita rasa sate yang dahulu sampai sekarang pun tetap sama dan tidak mengurangi rasa sate tesebut. Dan uniknya para generasi penjual sate setono ini tetap mempertahankan resep tedahulunya serta selalu menjaga kualitas rasa pada sate ayam yang dibuat tanpa mengurangi cita rasanya.
“Perbedaan sate ayam setono ini dari yang lain yaitu dalam pengolahannya sebelum sate dibakar, ayamnya dicampur dengan rempah kunyit agar sate nya tahan lama dan beberapa bumbu rahasia lainnya. Kemudian setelah itu dibaluri dengan kecap dan gula aren lalu dibakar, tidak sampai itu juga sambelnya pun juga bisa memilih levelnya sendiri sesuai selera pembeli dari yang manis hingga pedas. Dan satu tusuk satenya terdiri dari 3 potong ayam” Ucap Samsul Hidayat, ketua paguyuban sate ayam setono.
Dalam setiap harinya produksi sate ayam bisa mencapai 800 tusuk. Dan dalam pebuatannya di lakukan pada pukul 07.00 pagi sampai siang, sate ayam setono sendiri dijual pada waktu sore hingga malam hari. Tidak hanya itu para penjual juga memiliki cabang-cabang sate ayam setono diluar kota, seperti Magetan, Pacitan, Madiun dan Kediri. Dengan ini para penjual ingin masyarakat mengetahui perbedaan sate ayam setono dengan sate yang lainnya.
(Artikel oleh Juwita Rani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dilindungi Oleh
Shield Security