
PONOROGO – Siapa yang tak kenal dengan makanan yang satu ini. Makanan yang sering dihidangkan pada saat Ramadan tiba. Biasa disajikan dalam bentuk olahan kolak. Ya benar, Kolang-kaling. Kolang-kaling merupakan kudapan alami yang terbuat dari buah aren yang berwarna putih, pipih, agak licin dan kenyal. Tak lengkap rasanya jika Ramadan tidak ada kolang-kaling. Tidak hanya saat ramadhan kolang-kaling juga sering digunakan dalam beberapa makanan. Salah satunya yaitu “wedang ronde” yang didalamnya ada kacang yang sudah dibelah, sari rasa jahe, dan tentunya ada kolang-kaling.
Salah satu produsen kolang-kaling di Ponorogo, yakni ibu Martini. Dirumah produksinya di Desa Ngrogong, Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo, Martini Sudah memulai usahanya sejak 10 tahun yang lalu. Adapun beberapa proses yang harus dilalui saat mengolah kolang-kaling ini yaitu pertama, Buah kolang-kaling direbus dengan tong besar menggunakan kayu bakar. Kemudian setelah itu diangkat untuk dikupas menggunakan pisau kemudian selesai. Tidak berhenti disini kolang-kaling harus direndam selama 2 hari dahulu sebelum dijual. Untuk menghilangkan getah yang masih menempel.
Martini mendapatkan buah kolang-kaling ini dengan membeli dalam jumlah besar yakni 3 pohon 30 janjang dengan harga Rp. 5.000.000. Kemudian marmini menjualkolang-kaling yang sudah jadi dengan harga kisaran Rp.12.000/Kg Saat hari biasa dan Rp.15.000/Kg Saat bulan Ramadan karena banyaknya permintaan pasar.
Penulis (Dwi Purwo).

Tinggalkan Balasan