
PONOROGO – di Desa Mayak, Tonatan Kecamatan Ponorogo Kabupaten Ponorogo terdapat beberapa warga yang mengolah beberapa jenis camilan seperti emping, brangkal, rangginan, dan lempeng ketan. Ibu Nuriyanti (50) salah satunya.
Emping merupakan jenis camilan yang sudah dikenal sejak dahulu, emping menjadi camilan favorit bagi masyarakat, rasa yang khas menjadikan emping mempunyai tempat tersendiri dihati masyarakat. Ibu Nuri sendiri sudah memahami proses pembuatan melinjo tersebut sejak beliau kecil, “awalnya dulu itu waktu kecil sering disuruh membantu bapak ibu membuat emping, ya terus lama-lama bisa sendiri” jelas beliau. Bahan dasar emping yaitu dari melinjo, biasanya beliau membeli dari pedagang, sekali ambil sekitar 7 kg. Untuk ukuran satu emping kecil dibutuhkan 3 melinjo. Tidak semua jenis melinjo bisa diproses, hanya melinjo yang sudah tua yang bisa diolah. Pesamarannya pun sudah sampai ke beberapa daerah seperti Jember, ada juga yang dititipkan diwarung-warung yang ada di Ponorogo. Harga yang dibandrol 1 kg emping tersebut sama, mulai dari emping kecil hingga besar yaitu Rp. 40.000 saja. Dalam sehari beliau mampu menghasilkan 5 kg emping. Hari Raya menjadi hari yang ramai dengan pesanan, biasanya juga digunakan sebagai oleh-oleh.

Tinggalkan Balasan