(Photo by Fera Siska Yuliana)

PONOROGO – Jagung merupakan salah satu jenis makanan pengganti beras, jagung sendiri memiliki banyak manfaat bagi tubuh karena kandungan nutrisinya. Ditangan bapak Sugiman tepatnya di Desa Babadan Kecamatan Babadan Kabupaten Ponorogo, jagung diolah menjadi makanan camilan yang cukup eksis dari zaman dahulu hingga sekarang.
Marning jagung, jenis camilan yang terbuat dari butiran jagung yang diproses melalui perebusan, pengeringan, hingga penggorengan menggunakan minyak panas. Marning jagung menjadi camilan ringan yang digemari banyak masyarakat.
Bapak Sugiman, sudah merintis usaha marning jagung sejak tahun 1990. Beliau sangat memperhatikan jenis jagung yang dipakai, biasanya beliau memilih jagung yang besar-besar karena jika direbus hasilnya lebih baik daripada jagung yang kecil-kecil. Proses perebusan marning sendiri memerlukan waktu hampir seharian penuh “proses awalnya itu jagung direbus diberi gamping sekitar 3 jam kemudian di injak-injak sepeti membuat tempe lalu direbus lagi diberi garam sekitar 12 jam terus baru dijemur ” tutur bapak Sugiman. Cuaca menjadi kendala selama berproduksi, sebab dalam proses pengeringan ketika musim kemarau saja membutuhkan waktu sekitar 3 hari untuk mendapatkan jagung yang benar-benar kering, sedangkan musim hujan justru mengakibatkan jagung rusak atau berjamur. Dalam sekali produksi Bapak Sugiman mampu memproduksi hingga 60 kg pada musim kemarau dan 40 kg pada musim penghujan. Marning buatan Bapak Sugiman ini sering kali dijadikan oleh-oleh bahkan sampai luar negeri. Harga yang tawarkan pun cukup bersahabat, mulai dari bungkusan kecil Rp.5.000 hingga Rp.18.000 perkilo. Sedangkan untuk rasa, beliau hanya menyediakan rasa original.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dilindungi Oleh
Shield Security