
Pulung Merdiko – Berwisata religi mengunjungi makam para leluhur yang membawa peradaban agama islam sudah menjadi adat bagi masyarakat baik di jawa maupun di seluruh Indonesia. Begitu pula kebiasaan ini sudah melekat disebagian masyarakat terutama di wilayah Ponorogo dan sekitarnya. Banyak wisata religi ziarah yang terdapat di Ponorogo diantaranya ada makam Bathoro Katong; Kelurahan Setono, Makam Kyai Ageng Besari; Jetis, Makam Astana Srandil; Jambon, Makam Raden Tumenggung Jayengrono dan masih banyak lagi.
Kali ini kita akan berkunjung ke makam Raden Tumenggung Jayengrono yang berada di desa Pulung Merdiko, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo. Menurut penuturan juru kunci ada keunikan yang dirasakan oleh wisatawan “wisatawan yang berziarah disini dibuat nyaman, karena sejuk dan tempatnya masih alami” ujar juru kunci Saroso Pudjo Diprodjo.
Adapun tata aturan dan keuinikan yang harus dilakukan oleh peziarah yaitu harus meminta izin kepada juru kunci sebelum memasuki makan, begitupun jika sudah diizinkan peziarah diharuskan menghaturkan salam. Memasuki pintu makam juru kunci memohon izin kembali untuk memasuki area, menurut Suroso apabila belum mendapat izin maka yang dilakukan akan menjadi hal yang sia-sia. “meminta izin sudah wajar dimasyarakat, ibaratnya masuk rumah orang harus minta izin. Sebagai orang jawa jangan menghilangkan tata kramanya” ujar Suroso.
Tata krama bukan hal yang dipandang sebelah mata, tata krama bagaikan pendamping sisi kehidupan kita untuk saling menghormati dan dihormati dimasyarakat.

Tinggalkan Balasan