Hasil jamur kuping yang meningkat di musim penghujan milik warga desa Tambang, Kecamatan Pudak, Kabupatan

Tambang – Petani jamur Tambang mendapat berkah dimusim penghujan. Hasil panen tamanan yang dibudidayakan oleh beberapa warga ini meningkat. Pasalnya jamur yang berkembang pada musim hujan lebih cepat dengan hasil panen meningkat 2 kali lipat dari musim kemarau “jamur lebih cocok itu dimusim hujan, karena kondisi cuaca yang lembab” ujar Wahyu Triyulianti pemilik budidaya jamur.
Wahyu sapaan akrab wanita ini juga mambahkan penghasilan pada musim penghujan bisa mencapai 120kg tiap panen. Sedangkan pada musim kemarau dia hanya memanen 60-70kg tiap penen. Media jamur yang digunakan saat ini sudah mencapai 1000 media dengan masa panen selama 2 minggu sekali. Untuk mengantisipasi hal tersebut, wahyu juga menerapkan penyiraman otomatis pada musim kemarau sehingga tingkat kelembapannya masih sama.
Budidaya jamur ini dimulai pada tahun 2017 dikelola oleh 10 orang anggota, kemudian pada tahun 2018 mendapat bantuan dana dari CSR (Corporate Social Responsibility) dari salah satu bank konvensional. Hingga saat ini petani jamur sudah berkembang bukan hanya di Tambang namun beberapa desa di sekitar Pudak. Karena minimnya modal usaha dan banyaknya keuntungan masyarakat lebih cenderung memilih budidaya ini daripada susu perah karena modalnya yang lumayan besar. “karena untuk memulai usaha sapi perah itu memerlukan banyak modal jadi masyarakat lebih memilih untuk budidaya jamur dengan modal yang sedikit dan hasil yang banyak, manun untuk budidaya jamur ini juga harus telaten”. Tambah Wahyu. (Artikel: Ade Tri Arumsari)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dilindungi Oleh
Shield Security