
Jimbe – Ditangan kreatif seorang ibu rumah tangga handuk bekas diubah menjadi barang guna dengan nilai jual yang tinggi. Siapa yang menyangka vas dan juga bungga ini terbuat dari bahan-bahan tidak terpakai yang ada disekitar kita. Wanita dari Dusun Sekopek, Desa Jimbe, Kecamatan Jenangan ini mengolah barang-barang tak layak pakai menjadi barang bernilai jual. Berawal dari keresahannya dengan kondisi barang-barang bekas yang hanya dijadikan sampah, beliau tergerak untuk coba-coba membuat kerajinan dan memposting dimedia sosial. Namun kerajinannya mendapat tempat dimasyarakat. “belum genap satu tahun saya menekuni ini, yang awalnya Cuma coba-coba belajar dari internet ternyata ada tanggapan positif dimasyarakat”. Ujar Miftahul Jannah pembuat kerajinan vas.
Pendapatan yang didapat luamyan besar, bermodal dengan barang bekas keuntungan tiap produk bisa mencapai hampir 50%. Barang-barang yang digunakan cukup mudah ditemui, yaitu handuk bekas yang dipotong segiempat kemudian dicelup kedalam semen, didiamkan hingga kering kemudian dicat mengunakan cat tembok. Bunga yang terbuat dari klobot jagung ini sebelum dirangkai direndam kedalam pewarna, kemudian dipotong dan dirangkai sesuai keinginan. Menerima pemesanan dengan model bunga yang diinginkan Miftahul Jannah mematok harga berbeda tergantung ukuran dan sulitnya bunga yang dipesan.
Bermodalkan ketekunan dan ketelatenan apabila usaha ini ditekuni akan membuahkan hasil. Namun sayang masih sedikit masyarakat di sekitar rumah Miftahul yang enggan untuk mengikuti jejaknya. Beliau juga berharap akan adanya pendampingan dan pelatihan untuk ibu-ibu sekitar agar lebih produktif. (Artikel: Ade Tri Arumsari)

Tinggalkan Balasan