
PONOROGO – Tempe, merupakan makanan yang kaya akan protein. Tempe sudah melekat di lidah masyarakat indonesia. Mulai diolah menjadi tempe goreng, oseng tempe, sayur tempe dan olahan makanan lainya. Karena kenikmatan dan keberagaman olahannya tempe menjadi primadona makanan indonesia. Bahkan sudah dikenal negara-negara dunia.
Olahan tempe yang sudah lama dikenal masyarakat indonesia adalah keripik tempe. Dengan kerenyahan dan rasa gurih keripik tempe bisa dijadikan pendamping lauk dan bisa juga untuk dijadikan cemilan. Dibalik tangan Marmi warga desa Srandil kecamatan Jambon kabupaten Ponorogo ini tempe sangat dibutuhkan dipasaran. “Kalau saya yang paling laris itu keripik tempe, soalnya peminatnya juga banyak” jelas Marmi.
Beberapa proses yang harus dilakukan untuk mengolah kripik tempe ini adalah, yang pertama memotong tipis-tipis tempe dengan bentuk bulat. Tak perlu waktu yang lama karna Marmi sudah menggunakan mesin alat pemotong yang dibelinya dengan harga yang cukup mahal senilai 10juta lebih namun cukup efektif waktu. Kemudian setelah dipotong tipis-tipis lalu digoreng.
Keripik tempe ini dijual Marmi dengan harga Rp.5000 untuk kemasan kecil dan Rp.10.000 untuk kemasan besar. Dalam menjalankan usahanya Marmi pernah mengalami masa kelam yaitu saat mendapat orderan banyak Marmi tidak bisa memaksimalkan pesanan dan akhirnya bahan baku (tempe) terbuang karena sudah tidak layak produksi alasannya yaitu faktor waktu. Saat itu Marmi belum mempunyai karyawan sehingga semua dikerjakan sendiri.
Penulis : Dwi Purwanto

Tinggalkan Balasan