
PONOROGO – Sama halnya jika kita mempunyai sesuatu, yang harus kita rawat dan jaga dengan baik. Salah satunya yaitu merawat tanaman pohon buah naga. Seperti yang kita tahu, buah naga yang manis dan segar ternyata itu terpengaruh dari cara perawatan si pemilik. Pohon dari buah naga sendiri masih satu family dengan kaktus, yang memiliki ciri memiliki duri kecil disetiap batangnya. Pada umumnya, buah naga dibudidaya dengan cara stek atau penyemaian biji. Buah naga dapat berkembang dengan kondisi tanah dan ketinggian lokasi apapun. Jadi, dalam kondisi panaspun sebenarnya tanaman tetap bisa tumbuh, akan tetapi untuk hasil berbuahnya jadi sedikit susah dikarenakan cuaca panas tersebut. Untuk hasil buah naga yang bagus juga harus diberi pupuk yang bagus pula.
Cara perawatannya cukup mudah, yang terpenting telaten dalam merawatnya. Dalam budidaya buah naga tiang panjat sangat diperlukan untuk menopang tumbuhnya tanaman. Tiang panjat biasanya dibuat permanen dari beton. Bentuk tiangnya bisa pilar segi empat dengan diameter sekitar 10-15 cm. Tinggi tiang panjat untuk budidaya buah naga biasanya 2-2,5 meter. Tiang tersebut ditanam sedalam 50 cm agar kuat berdiri. Lalu dari segi pemupukan, pada awal masa pertumbuhan pupuk yang dibutuhkan harus mengandung banyak unsur nitrogen. Jangan lupa untuk selalu disiram juga, penyiraman bisa dikurangi atau dihentikan ketika tanaman mulai berbunga dan berbuah. Pengurangan atau penghentian penyiraman bertujuan untuk menekan pertumbuhan tunas baru sehingga pertumbuhan buah bisa maksimal. Penyiraman tetap dilakukan apabila tanah terlihat kering dan tanaman layu karena kurang air. Selain itu ada juga yang namanya pemangkasan pada batang pohon yang bertujuan untuk membentuk batang pokok, pemangkasan peremajaan, dan pemangkasan untuk membentuk cabang produksi dilakukan pada tunas yang tumbuh pada batang pokok.
Penulis : Septian M. Khadafi

Tinggalkan Balasan