Umbi garut yang sudah diolah menjadi emping garut mentah, Carangrejo, Sampung, Ponorogo. Selasa (3/12/19). Foto oleh Dicky Z. M.

PONOROGO – Emping merupakan salah satu jajanan atau makanan ringan yang banyak dijumpai di Indonesia. Makanan ini biasanya terbuat dari belinjo atau melinjo. Namun, di tangan bu Tumi dan pak Ismono emping dibuat dengan bahan dasar garut. Garut merupakan tanaman sejenis umbi – umbian yang banyak ditemukan di Indonesia.
Dalam proses pembuatannya, emping garut membutuhkan waktu hingga 2 hari tergantung pada cuaca. Langkah pertama pembuatan emping garut adalah memilih umbi garut yang berkualitas baik dan berdiameter 2 cm hingga 3 cm. Selanjutnya, umbi dikupas dan dicuci hingga bersih. Umbi yang sudah bersih kemudian dipotong – potong. Sesudah diiris, umbi kemudian direbus dengan membutuhkan waktu 30 – 45 menit. Setelah matang, rebusan umbi garut ditiriskan.
Proses berikutnya adalah memipihkan garut menggunakan alat pemipih pada lembaran plastik. Penggunaan plastik dalam proses ini bertujuan agar garut tidak menempel pada alas dan alat pada saat memipihkan. Garut yang sudah dipipihkan kemudian dijemur beserta alas plastiknya. Setelah kering, emping garut bisa dikemas dan kemudian dipasarkan.
Bu Tumi menjual emping garutnya seharga Rp. 60.000,- per kilogram. Namun anda juga bisa membelinya mulai dengan harga Rp. 15.000,- untuk 250 gr.
(Penulis : Dicky Z.M.)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dilindungi Oleh
Shield Security