
(Foto oleh : Dwi Purwanto)
Setiap rumah pastinya memerlukan kompor untuk memasak. Sejak beberapa tahun silam masyarakat sudah disubsidi gas ukuran 3 kg untuk sedikit meringankan beban kebutuhan masyarakat menengah kebawah. Namun beda cerita untuk masyarakat di lingkungan desa bringinan kecamatan jambon kabupaten ponorogo. Selain mengandalkan subsidi gas 3 kg dari pemerintah warga juga mempunyai terobosan baru untuk keperluan memasak yaitu menggunakan BIOGAS dari kotoran sapi. Ide ini bermula dari pemerintah desa . Dengan mengajukan bantuan alat kepemerintah desa warga bisa mendapatakan biogas ini dengan syarat mempunyai minimal 2 sapi.
Dengan mengisi 2 kali sehari, pagi dan sore, tampungan wadah sekitar 4 m persegi dengan kedalaman 1.5 meter BIOGAS ini bisa digunakan selama 4 hari. Api yang dihasilkan dari biogas ini cukup memiliki kualitas bagus, berwarna biru. Untuk mengetahui masih tersedia atau sudah habis biogas didalam tampungan, terdapat alat pengukur yang dipasang didekat kompor yang ditempel ke tembok.
Secara tidak langsung hal ini juga bisa meminimalisir pengeluaran anggaran belanja rumahan. Cukup efektif untuk masyarakat desa karna selain dijadikan pupuk kotoran sapi ini juga bisa dijadikan BIOGAS pengganti gas 3 kg subsidi dari pemerintah.
Sudah saatnya kita sebagai masyarakat Indonesia yang melek teknologi untuk terus berinovasi mengembangkan dan memberdayakan hal-hal yang ada disekitar kita.
(Artikel oleh : Dwi Purwanto)

Tinggalkan Balasan