Tampak Kripik Ampas tahu setelah digoreng
(Foto oleh : Dwi Purwanto)

PONOROGO – Desember merupakan bulan yang sudah mulai turun hujan. Terlintas ketika hujan turun maka makanan menjadi nomor wahid yang menemani. Beberapa waktu yang lalu kami (Tim Liputan IKOMEDIA) berkesempatan mengunjungi salah satu industry rumahan memproduksi olahan dari ampas tahu. Tepatnya di Desa Bringinan kecamatan jambon kabupaten ponorogo.
Berawal dari kelompok mahasiswa yang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Salah satu Pergurun Tinggi Negeri di ponorogo yang kemudian ditindak lanjuti oleh ibu-ibu PKK desa bringinan yang memanfaatkan limbah ampas tahu yang dinilai tidak berharga, kini disulap menjadi olahan yang enak untuk dimakan. Ampas tahu ini di olah menjadi Kripik.
Proses pembuatan kripik ampas tahu ini dimulai dari mencampurkan adonan ampas tahu yang sudah dihaluskan kemudian dicampur dengan bumbu rempah-rempah (bawang putih, bawang merah, daun bawang), juga ditambahkan garam dan penyedap rasa. Lalu, dibentuk menjadin bulatan kemudian dimasukkan ke dalam panic untuk dikukus selama kuarang lebih 30 menit hingga bumbu meresap sempurna. Setelah itu, diangkat untuk dipipihkan hingga tipis, lalu di potong kecil-kecil dan didiamkan sekitar 20 menit lalu di jemur dibawah sinar matahari selama kurang lebih ketika matahari terik 3 jam sudah cukup. Tergantung cuaca. Setelah kering kripik bisa langsung untuk digoreng. Dianjurkan untuk menggunakan minyak goreng dengan kualitas bagus untuk mendapat kerenyahan sempurna. Goreng hingga warna berubah kecoklatan. Setelah itu Kripik ampas tahu bisa langsung untuk dinikmati bisa dibuat camilan atau pendamping makanan berkuah lainya.
(Artikel oleh : Dwi Purwanto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dilindungi Oleh
Shield Security