
PONOROGO – Pisang menjadi buah favorit banyak orang, mulai dari anak kecil hingga orang dewasa. Karena hal itu lahirlah kreativitas-kreativitas olahan dari buah satu ini. Beberapa olahan pisang hadir sebagai pilihan lain bagi orang-orang yang tidak terlalu menyukai buah pisang. Salah satu olahan pisang yang cukup digemari masyarakat Indonesia selain keripik pisang yaitu sale pisang.
Seperti salah satu warga desa Caluk kecamatan Slahung bernama Tutik Sumaryani memiliki usaha olahan pisang salah satunya yaitu sale pisang. Ia mulai menjual sale pisang sejak tahun 1992. Dalam pengolahannya sale pisang hanya membutuhkan waktu beberapa jam saja, “Dari pagi mbak sampai siang, nanti istirahat siang dan lanjut lagi jam 1 siang sampai 5 sore” ujar Bu Tutik.
Cara pengolahannya pun sangat sederhana dengan alat yang masih tradisional alias bukan menggunakan mesin serta sale pisang yang tanpa bahan pengawet maupun pemanis buatan. Bu Tutik pun membagikan bagaimana proses pembuatan dari sale pisang, “pertama pisangnya itu dikupas, setelah itu dimasak dan digoreng” tutur Bu Tutik.
Kesulitan yang dialami oleh Bu Tutik yaitu dalam mencari harga bahan yang pas, karena harga pasar sering berubah-ubah sehingga menjadikan omset Bu Tutik yang kurang stabil, kadang untung dan kadang rugi. Dari hal ini dapat diketahui bahwa Bu Tutik tetap mempertahankan keaslian rasa pisang dan tidak menaik turunkan harga jual meskipun terkadang mengalami kerugian. Ketekunan Bu Tutik dalam usaha sale pisang selama bertahun-tahun ini pun patut diacungi jempol karena tak banyak orang-orang yang mempertahankan usaha mereka jika mengalami kerugian. (Nbila)

Tinggalkan Balasan