
PONOROGO – Jagung merupakan salah satu tanaman pangan yang menghasilkan karbohidrat. Jagung biasanya diolah menjadi makanan pokok, sayuran, maupun camilan. Di tangan bu Kaswan, warga desa Carangrejo, Sampung, Ponorogo, jagung bisa diolah menjadi emping jagung.
Bu Kaswan memulai usahanya sejak tahun 2000 dengan belajar sendiri. Meskipun sering mengalami kegagalan, namun beliau tidak menyerah dengan mencoba membuat emping jagung sampai bisa.
Dalam proses pembuatan emping jagung, bu Kaswan mengaku harus memperhatikan beberapa hal seperti pemilihan bahan, perebusan, hingga penggorengan. Mulanya jagung dipilih yang sudah tua dan berkualitas baik, kemudian jagung dipipil atau memisahkan biji jagung dengan tongkolnya.
Jagung yang sudah dipipil kemudian direbus selama sekitar 1 jam, yang kemudian direndam agar lebih mudah diolah ke tahap selanjutnya. Setelah direndam jagung di kukus selama 1 jam. Dalam mengukus jagung tidak boleh terlalu lama, karena akan membuat jagung mudah hancur ketika dipipihkan.
Proses berikutnya mempihkan biji jagung atau mengemping menggunakan mesin pemipih. Biji jagung yang sudah pipih selanjutnya dijemur langsung dibawah sinar matahari. Bu Kaswan mengaku perlu waktu 1-2 hari dalam menjemur jagung, tergantung pada cuaca.
Dalam sekali produksi, bu Kaswan bisa menghasilkan 1 kuintal emping jagung. Ada 2 jenis kemasan emping jagung yang dijual, yaitu kemasan kecil yang dibanderol dengan harga Rp. 5.000-, dan kemasan besar dengan harga Rp. 10.000-,. (Dicki Z)

Tinggalkan Balasan