Para pedagang yang ada ada disekitar makam. Kamis (7/11/19) Foto oleh : Dicky Z. M.

PONOROGO – Makam menjadi tempat peristirahatan terakhir semua manusia. Biasanya ketika dimakam kita sering berdoa untuk mendoakan seseorang yang kita kasihi. Namun tak hanya itu, seseorang yang pernah berjasa di masa lalu akan terus menerima rasa terimakasih yang hingga akhir hayatnya tidak akan berhenti.
Salah satunya yaitu makam raden bathoro katong yang dimakamkan di desa Setono kecamatan Jenangan ini dijadikan salah satu tempat wisata religi yang bisa didatangi jika anda berkunjung ke Ponorogo. Raden Bathoro Katong sendiri merupakan pendiri kota Ponorogo yang sangat dihormati dan dicintai oleh masyarakat Ponorogo. Ia dimakamkan di desa Setono atas permintaanya sendiri, karena ditempat itu merupakan tempat kesukaan dari raden Bathoro Katong yang sering Ia gunakan untuk beribadah dan bertapa.
Makam ini selalu mendapat kunjungan setiap hari, disekitar makam ada pula sekolah dasar dan masjid. Dan kali ini perhatian saya teralih oleh para pedagang yang ada disekitar makam. Salah satu pedagang yang kami wawancarai kali ini bernama Pak Edi. Ia berjualan disekitar pun belum lama, “kalau berjualan disini ya baru 1 atau 2 tahun” ujar Pak Edi. Ia berjualan tidak hanya disekitar makam saja, “saya kalua jam pertama di SD kan istirahatnya jam 9, kalau disini kan istirahatnya jam setengah 10, nanti terakhir saya ke Mts 2” tutur Pak Edi.
Pak Edi pun berjualan disekitar luar daerah makam karena Ia tidak ingin membuat dalam daerah makam menjadi kotor, juga Ia menyampaikan jika berjualan disekitar makam harus tetap menjaga kebersihan.
Salah satu cagar budaya yang perlu dilestarikan bukan? Jika anda penasaran anda bisa mengunjungi tempat ini, mulai dari pagi hingga malam. (Nbilla)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dilindungi Oleh
Shield Security