
Ponorogo – Bagi anda pecinta telur asin di Ponorogo, sudah biasa untuk memakan olahan telur bebek satu ini dengan dominasi rasa asin. Hal berbeda dapat ditemukan di sebuah toko yang juga tempat produksi telur asin, yang berada di pusat Kabupaten Ponorogo. Tepatnya di Jalan Pramuka, Kelurahan Kertosari, sekitar 100 m dari perempatan Jalan Ukel. Toko ini terletak di barat perempatan tepatnya di utara jalan.
Sebagaimana proses telur asin pada umumnya, telur ini diolah seperti biasa. Mulai pembersihan, perendaman, hingga perebusan. Keunikkan dari “Telur Asin Ramadani” adalah varian rasa akhirnya. Tercatat terdapat 8 varian rasa yang hadir di telur asin merk “Ramadani.” Varian telur asin yang ada mulai original, bakar, goreng, bawang pedas, madu, apel, jeruk, dan strawberry, dengan harga dikisaran Rp. 2.500 hingga Rp.3.500 per butir telurnya.
“Untuk varian rasa buah, sementara harus pesan dahulu, karena varian buah mempunyai proses yang lebih rumit,” terang penjaga Toko Oleh-Oleh Telur Asin “Ramadani.”
Toko yang buka mulai pukul tujuh pagi hingga pukul satu siang ini yang mana milik Anik Darwati, baru dirintis sekitar 2 tahun ini, dibutuhkan perjuangan dalam mencari takaran rempah-rempah yang pas, hingga jenis bahan untuk merendam telur asin agar masir.
“Kita buka setiap hari, sementara pagi sampai siang, dalam waktu dekat, kita akan buka sampai malam,” terang Khimatul, penjaga toko di Ponorogo.
Selain buka di Ponorogo, “Telur Asin Ramadani” ini juga dibuka di Madiun dan Magetan, domisili tinggal sang pemilik, Anik Darwati yang juga Dosen Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Ponorogo. Sementara, untuk pemesanan sendiri, para pemesan dapat memesan secara daring maupun datang langsung ke toko. Alamat media sosialnya tertera di whatsapp, facebook, instagram, email, bahkan hingga youtube.
(Artikel oleh Dimas Harsa)

Tinggalkan Balasan