Bermain dengan kelinci yang menggemaskan di kandang Kampung Kelinci
(Foto oleh Ludvita Isnandar.)

PONOROGO – Sebuah kampung di Desa Karangan Kecamatan Badegan Kabupaten Ponorogo dijadikan kampung penghasil kelinci. Hal ini merupakan bagian dari upaya pemberdayaan warga agar meningkat kesejahteraanya dengan tetap memperhatikan lingkungan.. Walaupun tempatnya tidak terlalu luas, kampung kelinci ini dapat menarik pengunjung terutama anak-anak yang ingin melihat kelinci yang menggemaskan.
Mulyono selaku pemilik peternakan mengaku bahwasanya terinspirasi melihat dari tayangan youtube, karena itu dia tertarik dan mulai untuk mengembangkan didesanya. Mulyono memberi sinyal positif dalam pengembangan kampung kelinci ini . Selain itu kegiatan ini dapat membantu meningkatkan kesejahteraan perekonomian warga sekitar untuk tambahan penghasilan selain mengandalkan hasil pertanian.
Kelinci selain lucu dan menggemaskan ternyata mempunyai banyak manfaat seperti daging, kulit, dan kotoranya. Seperti kotoran kelinci yang dijadikan sebagai pupuk. Disini kelinci diberi makan sayur-sayuran, wortel, kangkung dan untuk tambahanya diberi pelet yang sudah mengandung beberapa banyak gizi. Kelinci juga bisa mengalami stress akibat kecilnya kandang, suara berisik dan faktor panas.
Kelinci dijiual bervariatif tergantung sesuai usianya. Untuk usia 30 hari biasanya sekitar Rp 20.000 – Rp 25.000 dan untuk usia 4 bulan biasanya dijual dengan harga Rp 400.000 sampai Rp 500.000. Untuk penjualan Mulyono mempromosikan lewat online di forum-forum. (Artikel oleh Salsa Okta B.)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dilindungi Oleh
Shield Security