
PONOROGO – Gerabah merupakan salah satu kerajinan tangan yang masih ada hingga sekarang. Seperti yang dilakukan oleh warga Desa Plancungan Kecamatan Slahung. Salah satu pengrajin gerabah itu adalah Ibu Jariyem yang tetap sabar dan tlaten dalam membuat banyak jenis alat yang berguna dalam kehidupan sehari-hari. Keahlian Ibu Jariyem ini sudah sejak sebelum ia mempunyai suami, selain itu bakatnya ini diturunkan dari orang tuanya yang dulunya juga perintis pengrajin gerabah. Sampai saat ini dirinya masih tetap memproduksi kerajinan gerabah dirumahnya.
Untuk proses pembuatnya tanah yang sudah dicampur dan dibersihkan dibentuk untuk dikerik supaya halus dan dibuat lubang. Setelah itu dibentuk sesuai pesanan dengan menggunakan alat sederhana yaitu perabot. Jariyem menggunakan keahlian kaki dan tanganya untuk menggerakan perabotnya. Lalu gerabah yang sudah siap dibakar ditungku besar dengan menggunakan kayu dan arang. Dengan pembakaran sekitar 2 jam. Jariyem membeli tanah sebagai bahanya dari daerah Ringinanom sekitar desanya.
Ibu Jariyem bisa membuat berbagai macam bentuk gerabah seperti kendi, pot dan lain-lain. dengan banyak motif dan bentuk-bentuk yang menarik, ada yang ukuran kecil dan ada yang ukuran agak besar. Ia bisa mebentuk gerabah sekitar kurang lebih 35 bentuk macam. Untuk pemasaranya ia menerima pesanan dari pasar-pasar daerah Ponorogo, Ibu jariyem pernah menerima pesanan gerbarah sampai 500 pesanan. (Artikel oleh Salsa Okta B.)

Tinggalkan Balasan