Balong – bukit dengan ketingian …… mdpl dan luas sekitar ….. memang nampak biasa jika dilihat dari bawah, jika Bukit Gede ini digalipun yang ada hanya tanah dan bebatuan, namun Bukit Gede Tatung ini menjadi harta karun khususnya bagi masyarakat desa Tatung sendiri. Pasalnya bagai mendapat rejeki nomplok desa Tatung yang awalnya dikenal sebagai desa dengan komoditas tembakau dan bengkoang terbaik ini mendapatkan teman pelengkap. Bukit Gede ternyata mempunyai potensi wisata yang sangat cocok digunakan untuk olahraga paralayang. Karena bukit ini berdiri sendiri dan dikelilingi ladang persawahan sangat sesuai jika nantinya atlit paralayang yang berlaga disini tidak terlalu jauh saat akan transit.
Gunung gede ini memiliki dua sisi yaitu bukit timur yang biasanya digunakan pada bulan Mei hingga September. Bukit barat digunakan saat bulan Oktober hingga April. “memasuki bulan Mei hingga September kita menggunakan bukit yang sisi timur karena angin yang bertiup itu angina muson timur, sedangkan dibulan Oktober hingga April kita menggunakan bukit sisi barat dengan angin muson barat” ujar Nur Khoirudin penanggungjawab bukit gede paralayang.
Dengan adanya lokasi yang juga digunakan sebagai Liga Paralayang Seri ke-2 masyarakat desa Tatung juga mendapat pundi-pundi pengahasilan dengan memjual segala potensi yang ada dilingkungannya seperti bengkoang, anyaman, pernak pernik, hingga home stay atau rumah warga yang digunakan untuk tempat singgah bagi atlet paralayang dan keluarganya. Hingga saat ini pemerintah desa Tatung dan seluruh lapisan masyarakat juga masih berbenah untuk mengembangkan potensi besar yang dimiliki.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dilindungi Oleh
Shield Security