
Budidaya lele dibantu oleh dana desa yang dimulai sejak tahun 2017 ini sekarang sudah memiliki 5 kolam di tiap kolamnya berjumlah 3000 ekor. Jaimun salah seorang disablitias mengatakan “budidaya ini dibantu juga dari dinas perikanan jadi dari kolam, pakan, dan benih juga masih disuplai dari dinas perikanan”.
Hasil panen lele masuk kedalam kas komunitas disabilitas demi berdayanya dengan keterbatasan yang dimiliki. Awal budidaya lele ini juga mengalami kendala dalam pembenihan, tempat budidaya yang terbuat dari semen perlu netralisasi agar benih tidak panas dan mati. Bagi Jaimun untuk mengatasi hal tersebut ia harus mengisi air untuk menetral tempat.
Dibantu dengan menyediakan 5 kolam ditiap kolam terisi 3000 benih. Dengan kedalaman kolam kurang lebih 1,5 m. Budidaya lele ini dikelola oleh 9 orang yang termaksut dalam kelompok disabilitas.
Masa panen lele sekitar 3 bulan, tetap dibulan ini lel juga masuk dalam masa panen yang diambil langsung oleh pengepul dari warga tetangga yang dijual kembali kepasar. Bulan oktober kemarin hasil panen lele mencapai 2 kwintal. “bulan ini sudah masa panen namun pengepulnya ini masih repot belum diambil, semoga saja hasilnya juga lebih banyak dari panen lalu”.

Tinggalkan Balasan