LampionArt dari pipa paralon dengan berbagai ukuran dan karakter. (Foto Oleh Bapak Anton Pemilik Lampion Art)

Ponorogo – Pak Anton (30 tahun) adalah sseeorang yang senang menggeluti dunia seni. Suatu ketika ia mempunyai pipa paralon yang sudah tak terpakai lalu ia berinovasi untuk membuatnya menjadi barang bernilai jual. Pipa paralon tersebut diukir ataupun dilubangi dengan membentuk suatu karakter lalu dijadikan lampion. Ia mempunyai jiwa seni dan akhirnya memutuskan membuat Lampion Art untuk dijadikannya usaha.
Untuk membuatnya sendiri pertama-tama potong pipa paralon sesuai keinginan lalu diamplas tiga kali, setelah itu design karakter dilaptop, lalu di print ditempelkan ke pipa lalu diberi tiner otomatis gambar akan terfocopy ke pipa selanjutnya pipa dilubangi menggunakan bor atau diukir untuk bentuk timbul sesuai keinginan.
Pemasarannya sendiri lebih banyak ke luar kota paling jauh yaitu Tangerang. “Dalam kota sendiri pemasarannya susah mbak, karena di Ponorogo tidak banyak peminatnya” ujar Pak Anton.
Pak Anton membuat lampion jika ada pemesan saja. Pembeli bebas meminta karakter apa saja seuai keinginan yang artinya Pak Anton menerima pesananan custom untuk lampion art. Untuk harganya sendiri bervariasi mulai dari Rp.110.000 sampai dengan Rp.160.000 sesuai ukuran dan kesulitan pesanan. Untuk menyelesaikan satu buah lampu Pak Anton membutuhkan tiga hari untuk menyelesaikannya. “Kalau pemesanan bisa lewat Tokpedia tapi saya belum bisa maksimal atau bisa juga di halaman facebook Lampion Art”, imbuhnya.
Adapun kesulitan-kesulitan yang ditemui Pak Anton seperti saat mengerjakan pesanan motif timbul dan pemsarannya yang kurang baik di dalam kota.
(Artikel Oleh Ludvita Isnandar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dilindungi Oleh
Shield Security