
Ponorogo – Produksi kerajinan patung dari kayu hasil tangan pak boniran ini berada di Desa Carangrejo, Kecamatan Sampung. Bapak Boniran selaku seniman patung ini sudah bertahun-tahun menekuni pekerjaanya.hasil kerajinan yang turun temurun diwariskan oleh kakek neneknya ini masih beliau pertahankan sampai sekarang.dengan bermodalkan otodidak beliau setiap hari dulunya ikut ayahnya membuat patung,karena setiap hari beliau menyaksikan proses pembuatan patung,beliaupun tertarik untuk menekuni bidang itu,disamping ayahnya seorang pengrajin,pak boniran juga meyukai seni sama seperti ayahnya.
Dengan tekad yang kuat beliau meneruskan usaha ayahnya tersebut sampai sekarang dengan mempertahankan proses dan peralatan yang digunakan ayahnya dulu. Beliau juga masih menggunakan cara manual dan sangat tradisional dalam pembuatanya. Bahan utama dari kayu pohon mangga. Beliau dengan tlaten memahat dan mengukir kayu itu sedemikian rupa hingga berubah menjadi karya seni yang bernilai tinggi,memang tidak akan semua orang akan menyukai karya seni karena seni sangat banyak sudut pandangnya,terkadang jelek bagi orang awam tapi bagus bagi pecinta seni ujarnya.
Pemasaranya pun tak bisa dipastikan tergantung pesanan,para pecinta seni menginginkan corak motif atau bentuk yang beragam.kebanyakan konsumen beliau biasanya memesan patung berukuran mini untuk dijadikan hiasan rumah tapi juga tak jarang beberapa memesan patung yang berukuran besar,dengan proses mulai dari pemilihan kayu mangga yang dianggap gampang dicari,berkwalitas baik dan mudah dibentuk beliau memotong kayu tersebut sesuai kebutuhan,membuat coretan dari pensil untuk membentuk motif yang nantinya akan dipahat menjadi bentuk patung yang diinginkan.dengan membutuhkan waktu kurang lebih dua hari untuk menyelesaikan secara keseluruhan patungnya,bapak boniran memilih bekerja sendiri tanpa dibantu siapapun.
(Artikel Oleh Nanda Umar P.)

Tinggalkan Balasan