Proses pembuatan pentol corah. (Foto Oleh Ludvita Isnandar)

Ponorogo – Pentol adalah salah satu makanan yang banyak diminati oleh masyarakat. Harga yang ekonomis membuat pentol dapat di konsumsi oleh semua kalangan masyarakat. Di Ponorogo sendiri banyak sekali penjual pentol mulai dari pentol daging atau pentol kuah, pentol goreng, pentol corah dan lain sebagainya. Banyaknya minat konsumen terhadap pentol Pak Ismani memulai usaha membuat pentol corah. Ia memproduksi pentol corah di rumahnya yang beralamatkan di Desa Tegalsari, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo. Pentol corah adalah pentol yang terbuat dari tepung tapioka dan terdapat kulit tahu di salah satu bagian sisinya. Ciri khas dari pentol corah adalah sambalnya yang pedas. Pak Ismani memulai usahanya ini sudah sekitar dua tahun yang lalu dengan dibantu tujuh karyawannya.
Bahan utama yang dipakai adalah tepung tapioka atau kanji, bahan tambahannya seperti bawang putih, garam, penyedap rasa, merica. Proses pembuatannya dimulai dari memblender semua bahan tambahan lalu dicampurkan dengan tepung tapioka dan sedikit demi sedikit dicampur air dengan diaduk setelah adonan jadi tahu yang sudah digoreng digunting agar membentuk selembaran tahu dan isinya dibuang lalu tahu ini untuk alas adonan saat pengukusan. Pengukusan dilakukan sekitar setengah jam saja setelah dirasa matang lalu di potong menjadi bagian-bagian kecil membentuk kotak. Tahap terakhir adalah pengemasan. Pentol corah dengan berat 1,3 kilogram dijual Pak Ismani seharga Rp. 22.000 sudah dengan sambal pedas khas pentol corah. Sambal pedas pentol corah pun Pak Ismani membuatnya sendiri dengan bahan saos tomat dan cabai yang telah diberi bumbu lainnya.
(Artikel Oleh Ludvita Isnandar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dilindungi Oleh
Shield Security