
Ponorogo – Arum manis atau biasa disebut gulali ini memang jajanan yang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat. Rasanya yang manis ini banyak disukai mulai dari anak-anak hingga para orang dewasa. Hal ini membuat usaha dari arum ini tidak hanya dijual pada tempat rekreasi atau pasar malam saja. Arum manis ditangan Radit (31 tahun) salah seoorang pembuat usaha arum manis ini menjadi peluang usaha yang menjanjikan. Terdapat di Desa Pijeran Kecamatan Siman Kabupaten Ponorogo Radit memulai usahanya sekitar 4 tahun yang lalu sampai sekarang. Radit mengaku yang melatarbelakangi usahanya adalah karena ia bergerak di pasar pagi. Karena itulah ia berfikir menciptakan jajanan arum manis cup ini yang banyak diminati dari semua kalangan. Selain itu Radit juga mempunyai usaha Sari Kedelai. Dengan dibantu 3 karyawan yang bekerja dari jam 8 pagi sampai 4 sore.
Untuk cara pembuatan arum manis, menurut Radit sangatlah cukup simple dan sederhana. Yakni dengan terlebih dahulu menyiapkan gula pasir yang dicampur dengan bahan pewarna makanan, dengan varian warna merah dan hijau. Setelah campuran gula merata siap di masukkan ke mesin pembuat mesin arum manis. Setelah proses mesin arum manis langsung di cup, dengan tujuan tertutup dan awet. Untuk ketahanan arum manis di ruangan terbuka sendiri bisa awet sekitar 5 harian. Untuk kendalanya Radit mengaku dalam proses produksinya ada di mesin yang kadang agak rewel. Selain itu jika membuat cup tidak berhati-hati ga lengket akhirnya gembos.
Dalam pemasaranya Radit memasarkan tidak hanya dalam daerah Ponorogo saja, tetapi sudah memasarkan ke luar kota seperti Magetan dan Madiun.
(Artikel Oleh Salsa Okta B.)

Tinggalkan Balasan