
Ponorogo – Jika anda pernah mengunjungi Kota Ponorogo, Jawa Timur, maka anda pasti mengenal dan mendengar atau bahkan pernah mencicipi camilan makanan lanting yang menjadi salah satu cirri khas dari kota ini. Lanting merupakan makanan ringan sejenis kerupuk yang terbuat dari singkong berbentuk lingkaran kecil seperti cincin. Rasanya yang gurih ditambah harganya yang murah menjadikan banyak orang ketagihan. Bapak Suri salah satu pengusaha camilan lanting dari Desa Bekare Kecamatan Bungkal. Ia dan istrinya memulai usahanya sejak 10 tahun yang lalu sampai sekarang. Awalnya pasangan suami istri ini mengaku jika disekeliling rumahnya banyak tanaman ketela karena mayoritas perkebunanya ditanami ketela, yang banyak diproduksi oleh warga sekitar menjadi gaplek. Setelah itu mencoba agar ketela lebih mempunyai nilai jual yang tinggi, dan akhirnya pasangan suami istri ini mengolah ketela menjadi lanting. Selain membuat lanting Bu Suri juga mengolah ketela menjadi olahan cripeng ubi rasa gadung.
Untuk pengolahanya ketela dikupas bersih setelah itu direndam satu malam dengan tujuan menghilangkan getahnya, lalu ketela diparut . Ketala tersebut kemudian dibuat menjadai kepalan, setelah itu dikukus hingga setengah matang. Lalu ketela digiling menggunakan mesin untuk dicetak bentuknya. Bu Suri mengaku ia membutuhkan 4 kuintal ketela dalam sekali produksi lanting.
Harga lanting juga tidak terlalu mahal, sekitar Rp 3.000 ¬sampai Rp 5.000 dalam kemasan. Dalam pemasaranya lanting Bapak Suri diambil para tengkulak yang dipasarkan ke seluruh swalayan-swalayan dan toko oleh-oleh sekitar daerah Ponorogo seperti Pulung, Badegan, Sumoroto dan Ngrayun.

Tinggalkan Balasan