
Ponorogo – Kecamatan Ngrayun, Ponorogo merupakan daerah yang memiliki banyak sekali potensi baik kuliner, tempat-tempat wisata yang indah untuk dikunjungi seperti wisata edukasi perkebunan, peternakan. Salah satunya di Desa Selur, terdapat kampung ternak kambing ettawa yang sudah dikembangkan. Kambing jenis ini memiliki badan besar warna bulu beragam belang putih, merah dan bagian belakang terdapat bulu yang lebar dan panjang. Kambing Ettawa memiliki ciri khas tersendiri. Pada bentuk mukanya yang cembung, bertelinga panjang mengglambir, postur tubuh tinggi, bertanduk pendek dan ramping.
Salah seorang peternak kambing ettawa Ifa (27 tahun) warga Desa Selur, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo mengatakan ternak kambing ettawa mulai sejak tahun 2010.
“awal mulai budidaya kambing ettawa dengan membeli kambing jawa dan kambing ettawa terus dikembangbiakkan.” Jelas Ifa
Pakan jenis kambing ettawa mudah seperti rerumputan hijau yang digunakan sebagai pakan kambing umumnya. Untuk pakan kambing ettawa peranakan yaitu kacang ijo kecil dan susu. Biasanya kambing diberi makan 2 kali sehari, setiap pagi dan sore sebelum matahari tenggelam.
Kambing Ettawa ini jika dijual memiliki harga yang tinggi. Namun, Ifa menjelaskan bahwa kambing-kambing yang diternaknya itu tidak dijual karena mendapatkannya pun susah. Ifa juga menambahkan jika kambing ettawa ini diikutkan dalam acara kontes kambing baik lokal maupun nasional. Kambing Ettawa yang ia ternak sudah ada sekitar 22 ekor. Mulai dari usia 3 bulan sampai 2 tahun, baik betina maupun jantan.
Kambing Ettawa yang diternak sering mengikuti kontes di acara 17 Agustus di daerah lokal. Juga pernah menjuarai kontes nasional.
(Artikel oleh Dewi Bela)

Tinggalkan Balasan