Proses pengirisan lempeng ketan hitam. (Foto Oleh Ludvita Isnandar)


Ponorogo – Ketan hitam bisa dimanfaatkan menjadi banyak sekali varian makanan atau cemilan bahkan minuman. Kali ini di tangan Ibu Kayah (59 tahun) ketan hitam diolah menjadi lempeng atau bisa disebut kerupuk karna nantinya lempeng itu akan digoreng seperti layaknya kerupuk.
Ibu Kayah mewarisi usaha ini dari mertuanya. Ia membuat lempeng ketan dirumahnya yang beralamatkan di Dusun Mayak, Desa Tonatan, Kecamantan Ponorogo, Kabupaten Ponorogo sejak 2003. Proses pembuatan lempeng pertama kali yaitu ketan hitam dicampur dengan ketan putih diberi parutan kelapa lalu diberi bumbu garam setelah itu dikukus selama kurang lebih satu jam lalu dicetak setelah itu diiris tipis-tipis dan yang terakhir dijemur agar kering.
Lempeng ketan ini dijual seharga Rp. 28.000 per kilogram. Ibu Kayah tidak menjualnya ke pasar atau ke toko-toko tetapi orang-orang sudah datang sendiri ke rumahnya untuk membeli lempeng. “Saya tidak jualan ke luar mbak, kalau ada yang beli ya datang sendiri karena di bungkusan lempeng sudah tertera nomor dan alamat rumah” ujarnya.
Adapun kesulitan yang di alami oleh Ibu Kayah seperti pada modalnya. “Terkadang saya tidak ada modal mbak dan akhirnya saya hutang ketan kepada penjual di pasar nanti bayarnya sekalian saat saya mengantarkan lempeng”, ujar Ibu Kayah. Tetapi Ibu Kayah tetap semangat menjalaninya karena membuat lempeng adalah kegiatan untuk mengisi waktu kosongnya.
Di Dusun Mayak tak hanya ibu Kaya saja yang membuat lempeng ketan hitam tapi juga beberapa warga di dusun Mayak.
(Artikel Oleh Ludvita Isnandar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dilindungi Oleh
Shield Security