Keramba apung untuk budidaya ikan nila di telaga ngebel. (Foto oleh Dewi Bela)


Ponorogo– Masyarakat Ponorogo tentunya sudah banyak yang tahu dengan tempat wisata Telaga Ngebel. Tempat wisata ini sering dikunjungi baik masyarakat lokal maupun luar kota. berlokasi di kaki Gunung Wilis, Desa Ngebel, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo. Di sejumlah titik tepian telaga kita akan menjumpai banyak keramba yang berjajar mengapung di atas telaga. Keramba tersebut digunakan oleh para petani keramba untuk membudidayakan ikan nila.
Usaha budidaya ikan sudah tidak asing lagi bagi banyak orang. Seperti halnya Bapak Rusman (65 Tahun) yang kini sudah dua bulan menekuni profesinya sebagai petani keramba ikan nila di Ngebel, Ponorogo. Selain Bapak Rusman, sudah banyak pula masyarakat sekitaran Ngebel yang berprofesi sebagai petani keramba ikan nila. Ada yang sudah dua tahun menekuni profesi tersebut. Bapak Rusman mengaku keuntungan yang diperoleh dari hasil panen ikan nila cukup banyak, sekali panennya saja bisa mencapai 3 kwintal ikan nila.
Bapak Rusman menambahkan usaha budidaya nila ini juga memiliki beberapa kendala, apabila ada belerang yang muncul ke permukaan dan menyebabkan pencemaran sehingga membuat ikan-ikan yang ada di telaga mati. Selain itu, faktor lain seperti musim kemarau juga bisa membuat hasil panen ikan nila menurun. Hasil panen hanya bisa didapat sekitar 1 kwintal saja.
“Untuk satu kerambanya itu kalau sekali panen bisa sampai 3 kwintal mbak. Tapi, bisa menurun kalau ada belerang dan saat musim kemarau.” terang Bapak Rusman salah satu pembudidaya ikan nila.
Ikan-ikan nila yang ada di keramba diberi 30 kg pakan dan bisa habis dalam 4 hari. Ikan-ikan Nila yang sudah siap panen akan dipasarkan di masyarakat sekitar, atau ke daerah-daerah luar. Bapak Rusman juga menambahkan, apabila ada pembeli yang ingin membeli langsung ikan-ikan nila bisa datang ke Ngebel dan menemui para petani keramba di Telaga Ngebel. Harga Ikan Nila perkilonya sebesar Rp 30.000. Budidaya ikan nila menjadi salah satu profesi yang diharap bisa membantu warga sekitaran ngebel sekaligus para petani keramba membangun perekonomian.
(Artikel oleh Dewi Bela)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dilindungi Oleh
Shield Security