
PONOROGO – Desa Glinggang terletak di Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Desa yang mayoritas bermata pencaharian sebagai petani dengan lahan persawahan yang cukup luas.
Aktifnya komunikasi antara masyarakat dengan pemerintahan di Desa Glinggang juga cukup baik. Adapun sekelompok masyarakat yang mengusulkan kepada pemerintah desa untuk membudidayakan lalat hitam. Masyarakat tersebut terdiri dari 12 orang. Menanggapi usulan tersebut pemerintahan Desa Glinggang menyetujui dan akan memfasilitasi. “Untuk itu pemerintahan desa mengambil langkah awal yaitu akan mengirimkan 12 orang tersebut ke Lamongan untuk belajar tentang budidaya Lalat Hitam agar masyarakat bisa mendapatkan bekal untuk kedepannya guna memperlancar budidaya lalat hitam”, ujar Pak Ukip selaku tim kreatif Desa Glinggang.
Dalam proses berkembangbiak lalat hitam akan bertelur lalu akan menjadi lava atau ulat. Lava atau ulat tersebutlah yang tinggi akan protein untuk pakan ternak. Budidaya lalat hitam memang susah susah gampang. Untuk makanan lalat hitam tersebut adalah sampah organik, bisa dari sayur-sayuran yang sudah busuk atau sampah organik lainnya. Salah satu tujuan budidaya lalat hitam adalah memanfaatkan sampah organik yang ada di Desa Glinggang. Untuk tahap ini pemerintahan desa juga sudah memesan bak sampah organik dan non-organik untuk ditempatkan di depan rumah warga desa Glinggang yang bertujuan sampah tersebut akan dijadikan pakan lalat hitam dan tentunya akan menekan produksi sampah.
Harapan pemerintahan desa lainnya yaitu agar masyarakat dapat hidup bersih karena kebersihan merupakan sebagian dari iman.

Tinggalkan Balasan