PONOROGO – Prasasti sirah keteng,sebuah peninggalan sejarah yang sedikit belum tuntas mengenai asal usulnya ini berada di Krajan desa bedingin kecamatan Sambit Ponorogo,Patung yang konon menurut pengelola desa ini merupakan peninggalan kerajaan hindhu,patung yang berbentuk seperti kepala raksasa ini memiliki banyak versi dari masyarakat, akan tetapi antara versi satu dengan yang lain memiliki kemiripan yang serupa,diluar akan hal itu beji sirah keteng masih menyimpan banyak misteri yang akan memiliki banyak kaitanya tentang kerajaan mataram,legenda mengatakan ki hajar wilis melawan prabu boko dari mataram yang sakti mandraguna,prabu book yang menikahi putrid mamang sari yang dimana putri tersebut adalah pemuja lelembut dank arena terjadiny pernikahan itu,prabu book bertambah sakti setiap harinya dan meminta tumbal untuk ilmunya,hajar wilis kemudian turun tangan untuk melawan prabu boko,singkat cerita terjadilah pertempuran hebat selama beberapa hari dengan kondisi prabu boko yang mulai kwalahan ia berlari dan terus dikejar hajar wilis,pertempuran hebat itu terjadi di hamper seluruh penjuru ponorogo,akhir cerita hajar wilis akhirnya mengalahkan prabu boko,ia memenggal kepalanya dan dipisahkan di tempat yang berbeda,kepala ikonik yang kini dikenal beji sirah keteng itulah konon diceritakan sebagai kepala prabu boko yang terpenggal ditangan hajar wilis,sebelum dikenal dengan beji sirah keteng dulu banyak masyarakat luar maupun dalam dea yang menyembah prasasti tersebut,tapi seiring dengan kemajuan zaman,penyembahan itu dilarang dan sekarang dikenal dengan situs peninggalan sejarah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dilindungi Oleh
Shield Security