PONOROGO – Sate merupakan makanan yang sudah akrab dengan masyarakat Indonesia. Makanan yang sangat mudah kita temui di berbagai daerah di Indonesia dengan berbagai jenisnya. Dibalik bisnis kuliner sate, terdapat peluang usaha menarik yaitu pembuatan tusuk satenya sendiri. Ditangan Joko Susilo pengrajin tusuk sate warga Desa Jenangan Kecamatan Jenangan Kabupaten Ponorogo ini ternyata merupakan usaha yang menjanjikan. Usaha yang dirintisnya sejak 3 tahun silam ini telah membantu perekonomian keluarganya. Awalnya Joko Susilo mengerjakan proses produksi tusuk sate dengan cara yang sederhana. Setelah usaha ini sudah menemui titik terang Joko semakin hari semakin mengembangkan usahanya dengan menggunakan mesin modern. Joko membeli bambu pada penjual yang menawarkan kerumahnya. Untuk bambunya Joko Susilo menggunakan jenis bambu Petung, Ori dan bambu jawa.
Proses pembuatan tusuk sate tidaklah rumit. Bambu yang masih berukuran segalah, dipotong kecil dan panjang secara manual lalu dipotong menggunakan mesin dengan ukuran 23cm, 25 cm dan 30 cm tergantung pesanan. Joko susilo mengaku sehari bisa memproduksi setengah jadi sekitar 6-7 kg. Selain tusuk sate ia juga menerima berbagai macam tusuk lainya seperti pentol goreng, tempura, tusuk sate tahu dan lain-lain. Untuk harga semua jenis tusuk sama Rp. 10.000 per kg.
“Saya mempunyai prinsip dalam menjalankan sebuah usaha yang dibutuhkan hanya ketlatenan dan kualitas yang terpenting,” ujar Joko Susilo.
Dalam pemasaranya Joko Susilo memanfaatkan media sosial untuk promosi tusuk satenya. Selain itu juga banyak tengkulak yang banyak memesan kepadanya. Ia mengaku mayoritas pembelinya dari luar daerah seperti Magetan dan Madiun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dilindungi Oleh
Shield Security