Pengrajin batik menggoreskan lilin pada kain polos dengan motif batik (membatik)

PonorogoSeiring perkembangan zaman dan tekhnologi, Pengrajin batik tulis semakin berkurang, karena produksi yang agak lama ditambah semakin banyaknya batik cetak yang bisa memenuhi pasar akan kebutuhan batik secara cepat. Akan tetapi ada satu desa di Ponorogo Jawa Timur yang saat ini melestarikan batik khususnya batik tulis, Desa ini adalah Desa Patihan Wetan kecamatan Babadan.

Karena berada di desa Patihan wetan batik ini diamakan Batik Patihan wetan yang mengusung konsep batik bertema jawa timur khususnya Reog Ponorogo. Berawal melalui pelatihan batik yang diadakan di desa Patihan wetan dan peserta kebanyakan oleh ibu rumah tangga dari situ ibu-ibu diajarkan bagaimana proses membatik dari membuat motif proses pewarnaan dan finishing.

Melalui pelatihan itu akhirnya ibu-ibu termotivasi dan bergerak untuk melajutkan menjadi sebuah usaha batik tulis dan sampai sekarang produksi perhari batik patihan 1-3 batik tergantung pola dan kesulitan motif. Untuk pemasaran sementara ini memanfaatkan media sosial.

“ melalui usaha batik patihan ini semoga untuk kedepan bisa lebih maksimal dan semakin berkembang dan dikenal oleh masyarakat luas, dan usaha itu sebenarnya tidak harus dengan modal yang besar cukup dengan niat dan usaha yakin untuk untuk bisa. Dengan batik patihan ini semoga dapat menjadi motivasi untuk para ibu ibu dan untuk mengajak bergabung dengan kita untuk bersama sama melestarikan kerajinan batik tulis di desa patihan wetan ini dan belajar bersama. Dan tentunya dapat menambah penghasilan dan minimal dapat membuka lapangan pekerjaan khususnya untuk ibu-ibu rumah tangga” ujar Sriyati pengrajin batik tulis patihan wetan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dilindungi Oleh
Shield Security