Tape Madu Paringan yang telah selesai diproduksi. (Foto Oleh Pak Pariono selaku pemilik usaha Tape Madu Paringan)

Ponorogo – Tape madu, produksi pembuatan tape madu yang terletak di Desa Paringan, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo ini mengguanakan ketela pilihan yang bagus yang memang digunakan untuk proses pembuatan tape seperti ketela kuning, putih, madu karena beberapa ketela ada yang beracun dan tidak layak untuk dijadikan proses pembuatan tape madu ini, Ketela yang dimasak pun harus dengan waktu yang pas karena jika terlalu matang ketela akan hancur dan jika terlalu mentah juga tidak bisa digunakan untuk pembuatan tape madu ini, proses fermentasi semalaman ditujukan agar tape memiliki rasa manis yang khas seperti namanya tape madu. Tape madu ini di distribusikan di pasar dan khusus untuk oleh-oleh, perbedaannya jika di pasar tape ini berwadah plastik dan hanya bertahan hingga 2-3 hari sedangkan jika dijual dalam bentuk oleh-oleh di kemas dalam besek dan bisa bertahan 1-2 minggu tergantung penyimpanan, berbeda dengan tape biasa tentu rasanya lebih manis dan memiliki ketahanan yang lebih lama karena memiliki kadar air yang rendah pemasarannya pun tidak hanya di lokal Ponorogo tapi banyak yang sudah melakukan pemesanan dari Hongkong, Singapura dan negara tetangga lainnya dengan harga Rp.17.000 per bungkusnya tape madu ini sudah bisa dinikmati dan tak perlu khawatir akan ketahananya karena bisa sampai 2 minggu jika disimpan dalam kulkas.
Pak Pariono, orang yang masih melestarikan jajanan tradisional ini mengatakan bahwa makanan ini turun temurun diwariskan dari nenek moyangnya, ia tetap menjaga kualitas dan cita rasa supaya konsumen puas dan tidak kecewa akan produk tanpa andalannya ini.
(Artikel Oleh Nanda Umar P.)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dilindungi Oleh
Shield Security