
PONOROGO – Buah kelengkeng memang sudah banyak dikenal oleh masyarakat. Buah ini pun dapat dengan mudah dijumpai di pasaran.
Kelengkeng termasuk tanaman buah yang dapat berkembang di dataran rendah. Pada umumnya, buah kelengkeng berbentuk bulat, tumbuh bergerombol dan dengana ukuran buah berdiameter antara 1,5 cm hingga 3 cm.
Namun, buah kelengkeng milik Zaky Arista, warga Kertosari, Ponorogo, berbeda dengan kelengkeng pada umumnya. Buah kelengkeng miliknya berukuran jumbo dengan ukuran diameter mencapai 4 cm atau seukuran bola pingpong.
Zaky memulai budidaya buah kelengkeng pingpong sejak tahun 2005. “Awalnya dulu, beli 5 batang bibit kelengkeng dengan harga 1 juta” ungkap Zaky. Dalam kurun waktu satu tahun sejak penanamannya, tanaman ini sudah bisa mulai berbuah. Untuk perawatannya, ia menggunakan pupuk organik dari kotoran kambing milik tetangganya.
Tak cukup sampai di situ, Zaky pun mengundang wartawan untuk meliput perkebunannya sebagai sarana promosi. Langkah itu pun berhasil, banyak orang berdatangan untuk membeli bibit maupun buah kelengkengnya. Bibit kelengkeng yang ia jual seharga 200 ribu/batang banyak diburu pembeli. Dalam 2 hari pertama penjualannya, Zaky mengaku sudah mendapat keuntungan hingga 25 juta rupiah.
(Artikel Ditulis oleh Dicky Z.M.)

Tinggalkan Balasan