
(Foto oleh Dito Engkus Syafi’i)
Pulung – Berternak merupakan salah satu mata pencahariaan yang berada di Pedesaan, dengan berternak tidak sedikit masyarakat yang bisa mencukupi keluarganya. Salah satu berternak yang paling sering kita temui di Pedesaan yaitu Ternak Kambing. Pada umumnya kambing adalah hewan herbivora yang suka makan rumput dan juga dedaunan. Namun kali ini berbeda dengan yang dilakukan oleh Pak Danang salah satu warga Desa Pulung, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo. Beliau menciptakan alternatif pakan bagi kambingnya yaitu dengan membuat pakan ternak olahan fermentasi.
“Saya menyebut ini pakan olahan fermentasi atau lebih mudahnya pakan komplit dan mulai berternak dengan sistem ini mulai tahun 2004-2005 dengan cara senderhana hingga sekarang dapat di aplikan dengan konsentrat dan juga kotoran burung puyuh.” Kata Pak Danang
Ya memang benar, salah satu bahan pakan olahan fermentasi yang paling penting disini yaitu kotoran burung puyuh. Menurutnya, kotoran burung puyuh mengandung protein yang masih lengkap sehingga dapat dengan cepat menggemukkan kambingnya. Untuk bahan pendukung lainnya yaitu daun kering,kosentrat, kedelai dan juga jagung tentunya sudah di rebus. Proses pembuatannya pun terbilang simpel yaitu dengan cara daun kering di giling lalu di campur dengan kosentrat dan juga jagung dan kedelai yang sudah direbus lalu tunggu fermentasi ini selama tiga hari.
Keuntungan dari pakan olahan fermentasi ini yaitu menjawab keresahan bagi peternak tentang kesediaan bahan pakannya, misalnya menurunnya rumput atau dedaunan di musim kemarau. Selain dengan pakan olahan fermentasi ini menjamin mutu pakan bagi ternak itu sendiri.
(Artikel oleh Dito Engkus Syafi’i)

Tinggalkan Balasan