(Gb.01) Siklus terjadinya Gerhana Matahari.

Seperti yang telah dilansir oleh berbagai media, baik media mainstream, media online, bahkan media sosial bahwa tepat pada hari ini Kamis 26 Desember 2019 BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) telah menginformasikan akan terjadi fenomena unik di langit yakni Gerhana Matahari Cincin. Dan sekali lagi Indonesia termasuk daerah yang beruntung karena fenomena Gerhana Matahari kali ini melintas di beberapa kawasan di Indonesia dan dapat dinikmati oleh masyarakat terutama penggiat Antariksa.
Gerhana Matahari yang telah diprediksi terjadi pada hari ini berbeda dengan Gerhana Matahari yang terjadi sebelumnya. Pada tahun 2016 lalu beberapa kawasan di Indonesia terlintas siklus Gerhana Matahari Total, sehingga pada saat terjadinya fenomena tersebut matahari tidak terlihat sama sekali dalam beberapa menit dan mengakibatkan suasana siang menjadi gelap seperti halnya malam hari. Memang tidak seluruh wilayah di Indonesia dilintasi oleh Gerhana Matahari Cincin ini, melainkan hanya beberapa bagian saja diantaranya adalah Padang Sidempuan (Sumatera Utara) Duri (Riau) Batam (Kep.Riau) Singkawang & Pemangkat (Kal.Bar) Sebagian Provinsi Kalimantan Utara dan sebagian provinsi Kalimantan Timur. Beberapa daerah tersebut merupakan daerah yang dilintasi oleh Gerhana Matahari Cincin, namun daerah lain yang tidak terlintas masih dapat menyaksikan Gerhana Matahari Cincin parsial ( tidak sempurna).
Gerhana Matahari terjadi disebabkan oleh terciptanya posisi Matahari, Bulan dan Bumi pada satu garis lurus yang mengakibatkan cahaya matahari tertutup oleh bayangan bulan dan mengakibatkan sebagian wilayah di Bumi tidak tersinari oleh cahaya Matahari. Sedangkan Gerhana Matahari Cincin terjadi karena bayangan Bulan hanya menutupi bagian tengah dari Matahari, sehingga bayangan Matahari yang tidak tertutup oleh bayangan Bulan membentuk lingkaran cahaya seperti cincin, dan disebut dengan Gerhana Matahari Cincin (GMC).
Fenomena Gerhana Matahari Cincin yang diprediksi terjadi pada hari ini diperkirakan bermula pada pukul 12. 15 WIB, memasuki fase puncak pada pukul 12.17 WIB dan berakhir pada pukul 12.19 WIB.
Lantas, apa yang akan anda lakukan untuk menyambut fenomena alam unik ini.?? Melihat fenomena ini dengan mata telanjang.?? Mendokumentasikan dalam bentuk gambar/video.?? Melihat proses pengamatan oleh Astronom..?? Memantau berita di layar kaca televisi anda,,?? atau anda menghendaki menunaikan sholat kusuf sesuai ajaran agama islam..??

Dalam agama Islam sholat khusufaini (sholat diantara 2 Gerhana) hukumnya adalah Sunnah Muakkad. Mengapa diantara 2 Gerhana..?? Karena seperti yang kita tau bahwa Gerhana tidak hanya terjadi pada Matahari, melainkan terjadi pada Bulan. sebagai ummat islam kita dianjurkan untuk melakukan sholat khusuf agar kita sadar bahwa fenomena Gerhana Matahari merupakan tanda kebesaran Allah SWT, dan wajib untuk kita kagumi dan syukuri. Selain itu, Sholat Gerhana akan menghindarkan kita dari kesalahan metode dalam menikmati fenomena Gerhana Matahari tersebut. Karena menurut penuturan ahli, melihat fenomena Gerhana Matahari dengan mata telanjang bisa berakibat fatal pada indera penglihatan kita. Hal ini disebabkan karena pada saat terjadinya Gerhana Matahari, Radiasi sinar UltraViolet yang diluncurkan oleh Matahari akan meningkat drastis sehingga dapat membahayakan mata. Oleh karena itu dibutuhkan kacamata khusus agar kita dapat melihat fenomena Gerhana Matahari dengan resiko yang minim. Jadi, bagi anda yang tidak mempunyai Kacamata Gerhana, lebih baik anda mengamati berita saja melalui layar kaca anda, atau menunaikan sholat Gerhana.

Sholat Gerhana berbeda dengan ibadah sholat lainnya, dimana sholat ini memiliki 2 roka’at yang memiliki perbedaan tatacara urutan sholat pada umumnya. Dan berikut adalah tatacara dan rangkaian Sholat Gerhana :

  1. Berniat didalam hati.
  2. Takbiratul ihramseperti shalat biasa
  3. Membaca do’a iftitah dan berta’awwudz, kemudian membaca surah Al-Fatihah dan membaca surah yang panjang dengan dilantangkan suaranya.
  4. Kemudian ruku’ sambil memanjangkannya (waktu yang lama).
  5. Bangkit dari ruku’ (i’tidal)
  6. Setelah i’tidal tidak langsung sujud, namun dilanjutkan membaca Al-Fatihah dan surat yang panjang (lebih singkat dari yang pertama)
  7. Ruku’ kembali (kedua) yang panjangnya lebih pendek dari sebelumnya.
  8. Bangkit dari ruku’ (i’tidal)
    9.Sujud yang panjangnya sebagaimana ruku’, lalu duduk diantara 2 sujud kemudian sujud kembali.
  9. Bangkit dari sujud lalu mengerjakan roka’at kedua sebagaimana roka’at pertama (bacaan dan gerakan lebih singkat dari roka’at sebelumnya)
  10. Tasyahhud dan kemudian
  11. Diakhiri dengan Salam
  12. Setelah menunaikan Sholat Gerhana (khusuf) maka khotib mengambil mimbar untuk berkhutbah.

Jadi, mana yang anda akan lakukan dalam menanggapi fenomena Gerhana Matahari Cincin yang terjadi pada hari ini..?? Semoga Sahabat Literasi Ikomedia bisa lebih bijak dalam menghadapi fenomena langka ini. Bukan malah ceroboh dan membahayakan diri sendiri.
Terima Kasih…!!!

oleh : (hmz/Admin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dilindungi Oleh
Shield Security