Search by category:
NEWS

TAPE KETAN HITAM SAMBILAWANG

Pemilik usaha tape ketan hitam jemino saat menunjukkan produknya
(foto :Dicky Zuhan)

PONOROGO– Tak hanya terkenal dengan reognya ponorogo juga mempunyai satu minuman yang sudah cukup terkenal. Yaitu dawet gempol jabung. Minuman yang berisikan tape ketan hitam, gempol (bulatan ketan yang sudah dihaluskan), santan dan juga juruh (gula jawa). Minuman ini sangat segar ketika dinikmati pada saat cuaca panas. Dan beberapa waktu yang lalu kami tim liputan ikomediaumpo berkesempatan untuk mendatangi salah satu pembuat isian dawet gempol yakni tape ketan hitam.
Berlokasi di Desa Sambilawang, Kecamatan Bungkal Kabupaten Ponorogo, ada satu pembuat tape ketan hitam sejak tahun 2000. Jemino Namanya. Beliau berjualan setiap harinya jam 3 pagi untuk menghidupi kebutuhan keluarga. Tape ketan hitam ini dijual dipasar jetis, dan pasar balong dan juga ke penjual dawet. Tape ketan hitam dikemas dengan menggunakan daun pisang untuk menjaga kualitas rasa. Karena jemino pernah mengemas tapenya dengan plastic namun tidak laku. Tape ketan hitam ini dijual dengan harga Rp.500 untuk kemasan kecil, Rp.1000 untuk kemasan besar dan dijual perkilo ke pedegang dawet senilai Rp.25.000. Selain berjualan tape ketan hitam, jemino juga mempunyai warung pecel yang dijalankan oleh istrinya.
Beberapa tahapan saat membuat tape ketan hitam hitam yaitu, pertama, beras ketan hitam di cuci bersih, kemudian ditiriskan, lalu direndam hingga empuk kurang lebih 1 malam setelah itu dicuci lagi sampai bersih kemudian ditiriskan hingga berkurang kadar airnya. Kemudian dikukus setelah itu diangkat dan disiram dengan air panas. Atau biasa disebut karu angin. Lalu di diamkan dalam wadah ukuran besar agar dingin. setelah dingin di beri ragi tape dengan ukuran 1:1. Sangat disarankan ketika memberi ragi tape pada saat beras ketan hitam benar-benar sudah dingin karna untuk fermentasi. setelah semua sudah tercampur rata maka ketan hitam ini ditaruh dalam wadah lalu ditutup dengan rapat kurang lebih 1hari 1 malam .
(Artikel: Dwi Purwa)

Post Comment