Search by category:
NEWS

Sentra Pengrajin Batu Bata Gelang Kulon

PONOROGO – Datangnya musim kemarau menjadi berkah tersendiri bagi sentra pembuatan batu bata di Desa Gelang Kulon, Kecamatan Sampung, Ponorogo. Permintaan batu bata pun mengalami kenaikan saat musim kemarau. Masyarakat Desa Gelang Kulon hampir semua mayoritas sebagai pengrajin batu bata karena pertanian tidak bisa begitu diandalkan. Produksi pembuatan batu bata kian lama kian tumbuh dan berkembang menjadi salah satu usaha yang ditekuni warga desa ini. Pengrajin batu bata mengaku produksi bisa meningkat 100 persen, dalam sehari pembuat batu bata dapat memproduksi 1000-1500 buah batu bata perhari. Dikarenakan proses pengeringan batu bata lebih cepat dibandingkan pada musim penghujan. Untuk proses pencetakan batu bata tidaklah sulit, tanah liat yang sudah dicampur sekam, dicampur air secukupnya, aduk sampai merata dan siap untuk dicetak, setelah itu batu-bata dijemur dalam waktu 3-5 harian. Dari serangkaian proses pembuatan batu bata, pembakaran merupakan tahap yang menentukan berhasil atau tidaknya batu bata. Lantaran hal ini disebabkan proses pembakaran batu bata hanya dapat dilakukan hanya sekali, jika terjadi sebuah kegagalan, maka pengrajin akan mengalami sedikit kerugian.
“Untuk batu bata dari Desa Gelang Kulon mempunyai ciri khas sendiri yang membedakan batu batu dari yang lainya adalah ukuran besarnya dengan ukuran 25×12 cm dengan tebal 4,7 dengan teknik yang pas buka asal-asalan,” ungkap warga sekitar.
Dalam pemasaranya pembuat batu bata mengandalkan media sosial sebagai promosinya. Kebanyakan pembeli dari luar kota Ponorogo dan ada juga yang diambil para tengkulak.
Menciptakan peluang dan menjaga kualitas adalah kunci utamanya.

Post Comment