Search by category:
NEWS

Santap siang dengan Pecel Tepo Khas Ponorogo

Ibu Supaijem penjual pecel tepo pinggir pasar balong yang terkenal. (Foto oleh Zharifah Ardiana)
 
            Ponorogo – Santap siang di kawasan pasar biasanya diramaikan oleh berbagai jenis makanan seperti soto ayam, bakso, dan pecel. Terdapat hal unik yang tidak ditemukan di daerah lain, atau di kota lain, yaitu tepo.
Tepo adalah pengganti nasi yang terbuat dari beras yang dibungkus plastik. Proses pembuatannya mirip dengan puli dan lontong, akan tetapi tepo tidak memakai tambahan obat dan tidak dibungkus dengan daun. Tepo memiliki tekstur yang mirip dengan lontong, akan tetapi tepo berbentuk balok kecil yang diiris sebelum disajikan dengan pecel atau sayur.
Di sebuah Dusun bernama Batu, yang bertempat di Desa Ngampel, Kecamatan Balong, terdapat pecel tepo yang sudah dijual selama 11 tahun. Pecel tepo ini disajikan dari pukul Sembilan pagi hingga tiga sore di depan rumah “Lek Bingat.” Lek Bingat, panggilan akrab penjual  yang dua tahun ini terkena stroke. Membuat usaha pecel tepo diteruskan oleh anaknya bernama Supaijem. 
“Saya meneruskan saja, karena sudah banyak langganan, kalau tutup pasti ada yang mencari,” terang Supaijem.
Pecel tepo adalah tepo atau sejenis lontong yang diiris, disajikan dengan sayuran khas pecel, dan disiram dengan saus kacang unik. Keunikkannya adalah saus kacang pecel tepo mempunyai kadar cabai yang rendah, sedikit cabai dan cenderung encer. Supaijem juga menerangkan, bahwa selain pecel, tepo biasanya juga disajikan bersama sayur berkuah yang pedas.
Pecel tepo “Lek Bingat” ini satu porsi seharga Rp. 4.000 dan terdapat pelengkap gorengan dan es cao dengan harga murah juga. Santapan ini cocok dimakan saat siang hari.
“Pelanggannya beragam, ada yang dari kota, Slahung, Bungkal, banyak yang ke Balong Cuma ingin makan pecel tepo ini,” sambungnya.
(Artikel oleh Dimas Harsa)

Post Comment