Search by category:
NEWS

Pundi Berkah saat Kemarau Panjang

Usaha Pembuatan Genteng Desa Kupuk, Bungkal, Ponorogo. (Foto oleh Dewi Bela)


Ponorogo – Bagi sebagian warga Desa Kupuk, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo, musim kemarau yang panjang merupakan berkah menjelang akhir tahun 2019. Desa Kupuk mempunyai Sentra Genteng yang sudah terdaftar dan terdata resmi oleh Dinas Industri, Perdagangan, dan Koperasi (Indakop).
Pada paruh ke dua tahun 2019 tercatat pemesanan genteng di Desa Kupuk meningkat, selain karena akhir 2019 merupakan momentum dimana banyak orang membangun rumah atau proyek, kemarau panjang yang terjadi justru meningkatkan produksi genteng.
“Karena kemarau dan memasuki bulan Agustus hingga Desember permintaan sedang melonjak, sedang musim proyekkan,” terang Toinem.
Menurut Toinem, apabila sehari bisa mencetak sekitar 450 genteng setiap hari dan membakar 10.000 genteng tiap bulan, omset kotor produksi genteng bisa mencapai Rp. 13 juta. Dan apabila dikurangi biaya produksi, ia bisa mendapat pendapatan bersih sekitar Rp. 4-5 juta. Menurutnya, ini termasuk kecil apabila dibandingkan dengan tetangganya yang lain, karena dapat memproduksi hingga 800 genteng setiap hari.
“Saya mengedepankan kualitas. Tapi, kendalanya karyawan saya hanya satu, dan saya yang produksi,” terang Toinem.
Tanah yang digunakan untuk genteng juga harus dimolen atau diproses tiga kali menggunakan mesin agar menjadi potongan siap cetak menjadi genteng menggunakan mesin. Menurut wanita 46 tahun ini, proses awal ini membutuhkan kesabaran dan biaya yang tidak sedikit meskipun ia menerapkan sistem produksi semi mekanis.
10.000 genteng yang dibakar selama 12 jam juga berfungsi menghemat biaya produksi, oleh karena itu Toinem tidak pasti tiap bulan dapat membakar genteng sesuai target. Ia menerangkan bahwa membuat genteng membutuhkan ketelatenan, kesabaran, dan pasrah terhadap hasil akhir. Apakah sesuai target, atau tidak.
Genteng yang setelah dibakar didiamkan hingga tiga hari saat musim kemarau ini, per genteng beharga Rp. 10.000, untuk ukuran kecil. Dan semua proses produksi akan menjadi lebih panjang ketika memasuki musim penghujan, jadi musim kemarau panjang ini merupakan berkah bagi wanita 46 tahun ini.
(Artikel oleh Isna Hamidah)

Post Comment