Search by category:
NEWS

Pembudidayaan Jamur Tiram

Contoh jamur yang sudah mulai berkembang Photo by: Dicky

Budidaya jamur sangat cocok untuk daerah-daerah beriklim tropis seperti di Indonesia. Salah satunya yaitu jamur tiram. Disebut jamur tiram karena memang bentuk tajuk seperti kulit tiram. Di alam bebas, jamur tiram sering dijumpai di batang-batang pohon yang sudah lapuk.
Dalam membudidayakan sebuah jamur harus memiliki ketelatenan dalam merawatnya, kalau tidak, akan sulit untuk mendapatkan hasil yang memuaskan. Berikut adalah cara-cara perawatan dan tahap-tahap yang perlu dilakukan:
Yang pertama ada Baglog, yang merupakan media tanam tempat meletakkan bibit jamur tiram. Bahan utama baglog adalah serbuk gergaji, karena jamur tiram termasuk jamur kayu. Baglog dibungkus plastik berbentuk silinder, dimana salah satu ujungnya diberi lubang. Pada lubang tersebut jamur tiram akan tumbuh menyembul keluar. Diamkan baglog selama kurang lebih 5 hari. Setelah beberapa hari didiamkan, siram menggunakan semprotan air, cara penyemprotannya pun membentuk kabut, jangan langsung air dan jangan terlalu banyak, karena tujuan penyiraman ini hanya untuk melembabkan bagian dalam baglog. Frekuensi penyiraman dilakukan dalam 2-3 kali sehari tergantung suhu dari ruangan itu sendiri. Jaga suhu ruangan tempat menyimpan jamur kisaran 17-25oC yang penting tempat tersebut tetap dalam keadaan lembab.
Bila baglog yang digunakan permukaannya telah tertutup sempurna dengan miselium, biasanya dalam 1-2 minggu sejak pembukaan tutup baglog, jamur akan tumbuh dan sudah bisa dipanen. Baglog jamur bisa dipanen 5-8 kali, bila perawatannya baik. Baglog bekas panen jamur bisa dijadikan kompos. Dalam sekali panenan, 1 baglog bisa menghasilkan kira-kira 700gr-800gr jamur.
Penulis: Septian M Khadafi

Post Comment