Search by category:
NEWS

Merapi, Gunung Api yang sedang Berapi-api

Visual Gunung Merapi 6 hari yang lalu.

Merapi, Gunung paling berapi ini dalam beberapa minggu terakhir menjadi bahan perbincangan berbagai media. Pasalnya dalam beberapa hari terakhir gunung ini menampakkan peningkatan kegiatan vulkanis. Seperti yang telah dikabarkan oleh BPBD setempat bahwa status Gunung Merapi saat ini adalah pada level 3 (Siaga). Penetapan status level 3 siaga ini didasarkan pada meningkatnya aktivitas tektonis maupun vulkanis yang ditunjukkan oleh Gunung Merapi dalam kurun waktu yang cukup singkat. Dengan ditetapkannya status Gunung Merapi menjadi Siaga, maka BPBD setempat melakukan mitigasi dan dengan segera menghimbau kepada masyarakat yang berada dalam radius 5 km dari puncak Merapi untuk segera mengamankan diri beserta barang-barang penting serta surat berharganya untuk berpindah ke tempat yang lebih aman, karena dengan meningkatnya status dan kegiatan Merapi mengakibatkan daerah hunian yang berada di lereng Merapi menjadi KRB (Kawasan Rawan Bencana). Mitigasi ini dilakukan dalam rangka mengurangi resiko kebencanaan yang dapat  menimbulkan korban jiwa maupun kerugian materi. Berkaca pada peristiwa Erupsi Merapi pada tahun sebelumnya, maka Mitigasi kali ini diharapkan mampu menekan jumlah korban jiwa dan kerugian materi jika setiap saat Merapi siap untuk Erupsi.

Sejak ditetapkannya status Merapi menjadi Siaga 3, BPBD telah melakukan mitigasi dengan melakukan evakuasi pada Kawasan Rawan Bencana dalam radius 5 km dari puncak Merapi dengan mengutamakan pemindahan para Lansia, Ibu Rumah Tangga dan juga anak-anak ke daerah yang dianggap jauh dari dampak bencana, sedangkan para pria memilih untuk bertahan dan melakukan rutinitas mereka sehari-hari dan akan melakukan evakuasi saat status Merapi sudah pada level Awas. Hal tersebut lumrah dilakukan karena masyarakat menganggap bahwa penetapan status Merapi pada level 3 Siaga tidak begitu membahayakan diri mereka, mereka adalah masyarakat Merapi yang lebih faham dengan karakteristik aktifitas Gunung Merapi. Namun saat Merapi menunjukkan aktifitas yang cukup tinggi dan biasanya ditandai dengan penetapan level 4 Awas, maka para pria yang selama ini masih bertahan di radius KRB akan segera mungkin melakukan evakuasi.

Selain ditandai dengan aktifitas kegempaan, dalam beberapa hari terakhir Gunung Merapi mengalami peningkatan ukuran badan gunung sebesar kurang lebih 10 cm dalam setiap harinya. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya tekanan dari dalam dapur magma sedangkan kubah Lava yang terbentuk 10 tahun terakhir menghalangi aliran magma yang akan keluar dari dalam perut Merapi. Selain itu, guguran Lava pun turut terlihat dalam beberapa kali kesempatan disebabkan oleh magma yang keluar dari kubah lava dan jatuh berguguran pada tubuh Gunung Merapi. Ketepatan dalam melakukan Mitigasi kebencanaan menjadi penting dilakukan oleh BPBD setempat. Mengingat peristiwa yang terjadi pada Erupsi Merapi pada tahun 2010 yang menyita korban jiwa cukup banyak, termasuk tokoh Merapi yakni Mbah Maridjan.

Hingga hari ini Kamis (12/10/20) status Merapi masih dalam level 3 Siaga dan masih terus dipantau kondisinya oleh pihak berwenang. Dari semua rangkaian kejadian penting yang terjadi pada sejarah Gunung Merapi, kita bersama mengharap semoga kondisi ini segera berlalu. Dan jika memang terjadi Erupsi, semoga tidak menimbulkan bencana yang serius dengan minim korban jiwa maupun materi, melainkan semoga banyak memberikan manfaat pada daerah sekitar dengan semakin suburnya tanah karena luapan material perut Merapi. (HmzLabz)

Post Comment